Sya’ban, Sahabat dan Cinta

oleh -

Si wanita yang berparas cantik terlihat dari tatapan matanya, dan lengkungan alisnya yang begitu menawan, namun sayang sebagian wajahnya tertutupi masker yang ia pakai. Tiba-tiba wanita itu beranjak dari tempat duduknya menuju ke etalase, dan terdengar suara sapaan, “sahabat A”. Sahabat A terkejut dengan suara yang ia dengar, siapakah wanita yang sedang menyapanya?

Sahabat A masih bertanya-tanya dalam hatinya. Keraguan terjawab ketika si wanita kembali dari etalase dengan masker terbuka. Ternyata wanita itu tiada lain dan tiada bukan teman kulaih Sahabat A.
Sahabat A dan sahabat B berbincang-bincang mengenai bahasa tubuh pria berbaju biru dan wanita bermasker.

Ternyata, seorang wanita yang berpenampilan menarik, memoles mukanya sedemikian rupa, sehingga tampak manis dan cantik terlihat pasangannya. Begitu pun sebaliknya, seorang pria akan menjaga sikap dan tindakannya sepenuh hati untuk menarik perhatian wanitanya.

Sikap demikian juga berdampak pada aktifitas apapun yang berkaitan dengan pasangannya. Termasuk cara bagaimana mereka menikmati makanan sangat menja di depan mereka. Artinya, ada satu atau dua hal yang disembunyikan oleh kedua pasangan itu. Ini akan menjadi senjata makan tuan ketika mereka mengikat hubungan dengan akad nikah.

Karena ketika hidup sudah bersama, sepiring berdua, seluk-beluk pribadi tampak di pelupuk mata, busuk-harumnya tercium bersama. Maka kondisi ini akan menjadi pemicu terberainya ikatan suci yang menjiwai kehidupan. Intinya adalah perbaikalah hubungan dengan cara bersikap dan bertindak sejujur mungkin dihadapan pasangan masing-masing. []

Penulis: Afifi (Mahasiswa UINSA Surabaya Semester 8)