Santri Berbuka Seadanya, Sesederhana Itu?

oleh

Santri Berbuka Seadanya, Sesederhana Itu?SantriNow | Hidup di pesantren jelas tidak sama dengan hidup di rumah sendiri. Seorang santri diwajibkan menaati semua peraturan yang sudah ditentukan pihak pesantren. Bila Bulan Puasa tiba pun Santri punya tradisi sendiri dalam menjalani puasa Ramadhan.

Apa saja yang menjadi kebiasaan santri bila Ramadhan tiba, berikut beberapa catatannya:

  1. Santri wajib mengikuti acara khotaman kitab yang sudah ditentukan pihak muamalah pesantren. Sehingga seluruh santri wajib mengikuti khataman kitab kuning.
  2. Pada saat buka tiba, santri wajib berbuka bersama secara berkelompok. Satu talam atau wadah yang lumayan besar itu untuk beberapa orang santri.
  3. Santri wajib mengikuti sholat jamaah sebagaimana biasanya.
  4. Santri wajib ikut tadarus quran sesuai jadwal dan kelompok.
  5. Selama bulan Ramadhan, santri sangat dianjurkan untuk menghatam bacaan qurannya berulang-ulang. dan masih banyak kegiatan yang lain.

Itulah kegiatan seorang santri di pesantren pada umumnya, manakala pada bulan Ramadhan santrinya tidak diliburkan. Karena tidak sedikit pesantren besar di Indonesia pada saat Ramadhan santrinya dipulangkan alias liburan, seperti pesantren Sidogiri, Suci, Langitan dan seterunya. Baca juga: Cara Orang Bijak Menjalani Puasa Ramadlan

Nikmatnya menjalani puasa di pesantren

Ada beberapa nilai yang dapat diambil seorang santri yang menjalani puasa di pondoknya:

  1. Bisa membedakan puasa di pesantren dengan di rumah. Karena yang jelas setiap santri pasti pernah merasakan puasa di rumah. Jelasnya klau puasa di rumah itu apa-apa disediakan, mulai dari makanan yang lezat juga minuman yang enak-enak.
  2. Di pesantren lebih banyak waktu yang digunakan untuk ngaji quran dan khataman kitab. Sehingga tanap terasa tahu-tahu sudah zuhur tiba, tahu sudah asar dan sebentar lagi magrib.
  3. Belajar mandiri. Bisa dibayangin, bila seorang santri tidak punya uang sehingga mau beli ini itu tidak punya, apa yang harus dia lakukan ya “sabar” kalau ada ya ngutang dulu. Jangan sekali-kali ngambil milik teman-temannya.
  4. Terbiasa berbuka seadanya. Jadi tidak kaget manakala sudah berkeluarga atau terjun di masyarakat, manakala tak ada uang untuk sekedar beli makanan untuk buka puasa, air putih pun tidak ada masalah. []

Baca juga: 9 Alasan Keistimewaan Berpuasa di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.