Puasakan Keinginan di Bulan Ramadhan

oleh -
Puasakan Keinginan di Bulan Ramadhan
Gambar: rimmaco

Gambaran kecil yang bisa kita lihat dari percakapan Sahabat A dengan seorang Tuan. Begitulah kiranya, kita melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan akan mendapatkan pahala yang diberikan langsung oleh Allah swt., namun pahala itu bisa saja dikurangi Allah swt. karena ada suatu sebab yang melatarbelakangi. Sebab itu datang bukan dari luar diri kita, tapi diri kita sendiri.

Dalam Kitab “Is’afu Ahli Li-iman bi Wazhaifi Syahri Ramadlan”, sahabat Jabir r.a berpesan kepada kita sekalian tentang puasa, “Saat engkau berpuasa, puasakan telingamu; puasakan pula penglihatanmu; puasakan pula lisanmu dari dusta dan keharaman; puasakan pula dirimu dari menyakiti tetangga. Saat engkau berpuasa; jadilah pribadi yang tenang dan bersahaja. Saat engkau berpuasa; jangan jadikan hari-hari berpuasamu dengan selainnya adalah sama”.

Ada keistimewaan luar biasa bila kita mampu berpuasa dari setiap keinginan. Telinga dipuasakan dari hal-hal yang membawa ke kemaksiatan, misalkan mendengar lagu-lagu yang mendatangkan kelalaian dan lupa akan mengingat Allah swt. Baca juga: Tarawih Pertama Antara Keutaman dan Kenestapaan

Menaham mulut mengucapkan perkataan yang kotor, keji, dan dusta. Berpuasalah dari melihat sesuatu yang diharamkan. Tangan berpuasa dari melakukan sesuatu yang bukan haknya, seperti mengambil sesuatu yang bukan miliknya, dan kaki pun juga harus berjalan menuju tempat yang diridlai Allah.

Dengan demikian, ibadah puasa kita akan mendapatkan pahala yang sempurna dari Allah swt.

Bukan hanya puasa yang berada dalam catatan kebaikan dalam lembaran di tangan Malaikat Raqib, namun juga ibadah puasa yang memiliki nilai pahala luar biasa di pangkuan Tuhan dan malaikat pun tiada yang mengetahuinya. [] Penulis: Afifi (Mahasiswa UINSA Surabaya Semester 8)