Puasakan Keinginan di Bulan Ramadhan

oleh -
Puasakan Keinginan di Bulan Ramadhan
Gambar: rimmaco

SantriNow | Sudah sekian puluh bulan Ramadhan yang kita hadapi. Sekian puluh itu lah kita berpuasa ketika bulan Ramadhan tiba. Selama 12 jam di bulan puasa, kita melaksanakan ibadah dengan cara menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa dimulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari dengan syarat dan rukun yang sudah ditentukan dalam ajaran Islam.

Kita mengistirahatkan keinginan untuk makan dan minum pada siang bolong. Khusus bagi yang sudah berkeluarga, mereka juga menahan keinginan untuk melakukan hubungan suami istri pada saat matahari masih terik.

Ada pula orang-orang yang suka onani, biasanya mereka selama bulan suci Ramadhan menghentikan aktivitas memuaskan diri sendiri dengan cara mengeluarkan sel sperma. Mereka tahu bahwa memaksa sel sperma keluar dari skorotum adalah salah satu perbuatan yang mengakibatkan niat puasa batal.

Jika dilihat dari sikap dan perbuatan mereka yang tidak makan dan minum, bersetubuh, dan onani di siang hari. Kita mungkin bisa menjadikan hal itu sebuah alasan atas kesungguhan kita menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Baca: Efek Puasa Ramadhan Bagi Tubuh Pelakunya

Namun, puasa di bulan Ramadlan seharusnya bukan hanya dilakukan dengan sekedar menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan. Lebih dari itu, kita juga harus menahan diri dari segala sesuatu yang dapat mengurangi pahala puasa di bulan Ramadhan.

Kita kan tidak mau jika harta yang sudah dijatah untuk kita dikurangi hanya karena kelalaian kecil yang kita lakukan. Misalkan, ada seorang sahabat A yang mempunyai Tuan, Tuan itu mengucapkan janji kepadanya.

“Jika engkau bekerja untuk saya dengan menggembala kambing selama 8 jam di ladang, memberinya minum, memberinya makan, menjaganya dari terkaman singa, dan mengembalikannya ke kandang akan saya upah engkau sebesar Rp. 1.500.000,- setiap bulannya.

Tapi apabila engkau melakukan kesalahan berupa terlambat memasukkan kambing ke kandangnya, kambing mengalami patah tulang, atau pun kambing terluka maka akan saya kurangi upahnya sebesar 50%,” tegas seorang Tuan dengan suara lantang dan penuh penekanan.