Peran Pesantren dalam Mencegah Penyebaran Ekstremisme Islam

oleh -

Kesimpulan

Peran Pesantren dalam Mencegah Penyebaran Ekstremisme IslamKasus Indonesia memberikan argumen kontra faktual terhadap ketakutan akan apa yang akan ditimbulkan oleh masyarakat madani yang berpusat pada Islam jika mereka dilepaskan dalam sistem demokrasi.

Jauh dari sumbangan radikal atas sebuah pemerintahan yang bebas, demokrasi memungkinkan organisasi-organisasi masyarakat sipil Islam sebagai suatu kesempatan untuk menjadi bagian dari sistem dan mendapat manfaat dari pemerintahan yang stabil.

Masyarakat yang transparan memungkinkan organisasi-organisasi keagamaan dapat menjadi pemegang estafet. Organisasi-organisasi keagamaan ini dapat, sebagai pemenang, menjalankan kepentingan orang-orang yang mereka wakili dalam vis a vis negara.

Dalam kasus Indonesia, NU dalam beberapa hal berkembang menjadi sebuah asosiasi pesantren. NU adalah salah satu organisasi yang bertindak sebagai suara kolektif para pemimpin pesantren dalam menegosiasikan alokasi sumber daya dengan pemerintah.

Jika para pemimpin di institusi Islam percaya bahwa mereka memiliki saham dalam sistem, mereka akan cenderung tidak ingin menghancurkannya. Sebaliknya, mereka akan berinteraksi dengan pemerintah secara damai untuk mendapatkan manfaat terbesar bagi pengikut mereka.

Semua ini tidak akan mungkin jika pemerintah menghambat kebebasan organisasi seperti NU untuk berasosiasi. Melakukan hal itu akan menghambat munculnya sumber endemik masyarakat sipil.

Masyarakat sipil yang kaya memungkinkan lembaga-lembaga keagamaan seperti pesantren memiliki kekuatan yang cukup untuk bertindak secara independen dari pemerintah dan menegosiasikan aturan permainan sebagai mitra yang setara.

Berlawanan dengan kepercayaan populer, pesantren, seperti kebanyakan struktur masyarakat sipil, bertindak sebagai penghalang yang absolut terhadap radikalisme.

Kegiatan mereka dan kemampuan mereka untuk berbicara dan memberikan manfaat kepada sebanyak mungkin pengikut adalah ukuran dari keseluruhan kesehatan masyarakat sipil dan oleh karena itu kemampuannya untuk menghambat munculnya jaringan radikal dipastikan berhasil.

Sejauh mana masyarakat sipil lokal dapat diperkuat, radikal dan ideologi mereka, meskipun mereka berbahaya, akan terisolasi dan menjadi tidak relevan.[]

Keterangan Penulis: Tulisan ini adalah hasil terjemahan

Penulis aslinya adalah Hilary Dauer yang merupakan Petugas Layanan Luar Negeri dengan Departemen Luar Negeri AS. Pandangan-pandangan yang diungkapkan dalam artikel yang sedang Anda baca adalah pandangannya sendiri bukan atas anama padangan Departemen Luar Negeri AS atau Pemerintah AS.