Munculnya Istilah SANTRI NOW di Indonesia

oleh -

Kelanjutan kelompok-kelompok fundamentalis dari masa lalu, sebagaimana digolongkan oleh Samson, mengandung korelasi dengan kelompok-kelompok radikal masa kini yang telah berkontribusi terhadap aksi-aksi kekerasan. Dalam tesis ini kita sebut kategori ini santri , “radikal” santri .

Namun, hanya mengandalkan wawasan yang diterima Geertz, Samson dan ulama lainnya tidak akan memberi kita gambaran yang memuaskan tentang wajah Islam baru-baru ini di Indonesia. Berbagai peristiwa telah terjadi sejak masa Orde Baru, yang telah mengubah wajah santri tua ; sebuah konsep baru, yang saya sajikan dalam tesis ini, diperlukan untuk menjelaskan perkembangan terakhir ini.

SANTRI NOW tidak mewakili satu fenomena tunggal. Generasi Muslim pada 1970-an cenderung menggabungkan ciri-ciri tradisionalis dan modernis, sementara generasi berikutnya pada 1980-an dan 1990-an mengambil arah yang berbeda.

Generasi ini mengekspresikan kekecewaan mereka terhadap warisan tradisionalis dan modernis dan mulai mencari ekspresi agama alternatif. Mereka mengambil referensi agama mereka, baik dari kelompok radikal yang ada di Indonesia, seperti yang baru saja disebutkan oleh Darul Islam, atau dari gerakan global, seperti Ikhwanul Muslimin, Salafi dan Hizbut Tahrir.

Untuk menjelaskan fenomena yang muncul ini, tiga varian SANTRI NOW akan dipekerjakan. Tanpa bermaksud mengabaikan faktor-faktor penting lainnya, seperti munculnya gerakan liberal, kategorisasi saya dimaksudkan untuk mengeksplorasi fitur-fitur politik Islam di Indonesia.

Pandangan ketiga tipe SANTRI NOW tentang hubungan Islam dengan negara dan strategi praktis mereka dalam mengimplementasikan ide-ide mereka akan dianalisis. Secara umum, munculnya SANTRI NOW sejak awal konsolidasi rezim pada tahun 1966 adalah hasil dari dinamika lokal dan internasional.

Tulisan ini merupakan hasil dari beberapa sumber di meida online dalam pandangan para cendekiawan barat []