Munculnya Istilah SANTRI NOW di Indonesia

oleh -3.290 views

Identifikasi santri di Indonesia dilakukan melalui kerja yang bermanfaat dari antropolog, Clifford Geertz. Dalam studinya tentang kehidupan beragama di kota “Mojokuto”, Jawa Timur, selama tahun 1950-an, Geertz mengklasifikasikan orang Jawa menjadi tiga varian, priyayi, santri dan abangan.Meskipun karyanya telah menuai kritik dari banyak cendekiawan, santri – abangan dikotomi masih penting untuk memahami orientasi keagamaan dan politik umat Islam di Indonesia.

Munculnya Istilah SANTRI NOW di IndonesiaSantri, atau Muslim yang taat dibagi lagi menjadi dua kelompok, kolot (tradisionalis) dan moderen (modernis). Yang pertama, mengikuti Geertz, mengakomodasi praktik dan ritual lokal dalam Islam mereka dan berafiliasi secara politik dengan Nahdlatul Ulama (NU) sementara yang terakhir bertekad untuk memurnikan ajaran Islam dari praktik sinkretik lokal dan lebih suka bergabung dengan Masyumi.

Sekitar dua puluh tahun kemudian, perbedaan lain antara tradisionalis dan modernis dibuat oleh Allan A. Samson. Dia menggambarkan mereka sebagai akomodasi politik atau reformis di alam. Samson kemudian menambahkan tipe santri lebih lanjut , yang ia beri nama “fundamentalis radikal”.

Kategori baru ini sangat membantu bagi pemahaman kita tentang realitas santri di Indonesia, selain dua varian yang sudah diakui. Unsur fundamentalis santri dikaitkan dengan gerakan Darul Islam tahun 1950-an, yang meluncurkan pemberontakan terhadap negara Indonesia baru, yang bertujuan untuk mendirikan Negara Islam Indonesia.