Koruptor : Terpelajar tapi Tidak Terdidik

oleh -

Koruptor tentunya sebelum menduduki jabatan tertentu dalam instansi. Dia pasti sudah menuntut ilmu mulai dari pendidikan paling dasar sampai ke pendidikan tinggi. Ada proses penyampaian ilmu pengetahuan dari guru atau dosen kepada orang yang sedang belajar. Hasilnya orang yang sedang belajar menjadi pandai dan pintar dalam bidang tertentu.

Di sisi lain, koruptor juga mempunyai pengalaman belajar yang melibatkan penerapan nilai-nilai, baik penerapan nilai-nilai agama sampai nilai-nilai berbangsa dan bernegara. Di dalam pendidikan terdapat proses pemahaman, penghayatan, penjiwaan, dan pengalaman. Sehingga pendidikan lebih menekankan pada kesempurnaan bersikap dan bertindak dalam kehidupan, akhlak. Baca juga: Daftar Serentak 38 Anggota DPR Sumut 2009-2014 Tersangka Korupsi

Dari penjelasan singkat tersebut dapat dibuat kerangka anggapan, jika koruptor didefiinisikan dengan pejabat publik yang menyalahi wewenang –untuk menjadi pejabat publik membutuhkan seperangkat ilmu pengetahuan– maka ia hanya mengamalkan ilmu pengetahuan –ilmu pengetahuan di dapat dari pengajaran– tanpa menunjukkan sikap yang baik di depan publik –akhlak di dapat dari pendidikan. []

Penulis: Afifi (Mahasiswa UINSA Surabaya Semester 8)

No More Posts Available.

No more pages to load.