Intan, Gadis yang Introvert

oleh -

Penilaian saya sangat mungkin tidak bijaksana dan objektif, karena ketika saya mengabadikannya dalam tulisan ini. Perekenalan saya dengan dirinya belum sampai 1 x 24 jam. Lalu bijakkah penilaian saya yang mengatakan selama ini belum ada yang benar-benar memahami apa yang dia inginkan? Atau dianya sendiri yang tidak benar-benar memahami apa yang diinginkan? Bukankah selama sembilan bulan ada yang jauh lebih memahami kebutuhannya?

Bukankah darah dan dagingnya mengalir pula kasih tulus ikhlas seorang ibu yang tiada dua?

Ah, terlepas dari pertanyaan yang masih menggumpal dalam benak. Saya yakin bahwa Intan seorang gadis luar biasa yang hidupnya di desa, jauh dari pergaulan bebas, tapi ia dekat dengan perkembangan informasi. Mungkin anggapan saya terlalu berlebihan ketika mengatakan dia gadis desa yang hidup dengan gaya berpikir mayoritas pemuda kota. []

Penulis: Afifi (Mahasiswa UINSA Surabaya Semester 8)