Darah dalam Benang Kusut Terorisme

oleh -

Darah Dalam Benang Kusut TerorismeSantriNow | Saya ingin memulai tulisan ini dari pandangan Philip Chard yang mungkin menarik perhatian kita sekalian. Pernyataannya bisa kita lihat dalam buku yang ditulis Harun Yahya yang berjudul Only Love Can Defeat Terrorism terbitan tahun 2002. Dia berkata:

“Teroris tidak merasakan sedikit pun penyesalan yang mendalam terhadap kematian orang lain. Sebaliknya, semakin banyak mereka membunuh semakin berhasil mereka mengendalikan keadaan dan mereka senang dengan fakta itu. Pemikiran seperti ini tentu saja dapat membahayakan anak-anak dan orang yang tidak bermasalah. Pertumpahan darah, bagi mereka menjadi sumber kebahagian”.

Para teroris layaknya sebuah monster buas yang keberadaannya sangat misterius di tengah-tengah masyarakat. Adanya tidak tampak di permukaan, namun gerakannya sangat dirasakan masyarakat.

Terbukti dari banyaknya tempat yang menjadi target bom bunuh diri sebagai aksi teror. Banyaknya korban jiwa dan luka-luka yang terkena imbas dari bom bunuh diri. Anak-anak dan perempuan tidak luput dari catatan kepolisian yang terkena imbas-nya. Baca: Tanggapan Kiai Jatim Terhadap Ledakan Bom di Surabaya dan Sekitarnya