Apakah Teroris Beragama?

oleh -
Apakah Teroris Beragama?
Gambar: Pelaku bom Gereja di Surabaya

Pertanyaannya yang mungkin terbesit dalam benak kita, apakah pelaku bom bunuh diri yang kita anggap sebagai teroris beragama? Pertanyaan ini cukup penting untuk dijawab, karena banyak orang di luar sana mengkambing hitamkan agama islam. Diterima atau tidak, stereotip islam sebagai agama teroris tetap menggelinding di permukaan, masyarakat tertentu.

Kita mungkin tidak perlu membahas terlalu jauh tentang teroris dalam perspektif islam. Teroris akan kita lihat menggunakan kacamata agama dalam bahasa sansekerta. Agama terdiri dari dua kata, A artinya tidak, dan Gama yang berarti kacau.

Sederhananya agama sama dengan tidak kacau. Artinya, manusia yang beragama pasti tidak kacau. Jika ada manusia yang membuat kekacauan, kegaduhan, dan kerusuhan di tengah-tengah masyarakat, merusak fasilitas negara, merongrong PBNU (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 45), menyerang dan membunuh orang lain, dan melakukan kejahatan terhadap orang lain. Maka dapat dipastikan bahwa mereka tidak memiliki agama, walaupun mereka beragama dan keagamaan mereka diakui negera. Buktinya di KTP tertera agama yang mereka anut. Baca: Ustadz Abdul Shamad Memang Bukan Teroris, Tapi?