Akibat Psikologis Bom Bunuh Diri Surabaya dan Sidoarjo

oleh -1.771 views

Akibat Psikologis Bom Bunuh Diri Surabaya dan SidoarjoSantriNow | Bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo pada tanggal 13 Mei 2018 mengingatkan kita pada bahayanya orang-orang yang berpaham radikal. Pelaku bom bunuh diri yang meledakkan diri di tiga tempat berbeda di Surabaya dan satu lokasi di Sidoarjo.

Korban jiwa berjatuhan dan kerugian materil dirasakan. Hal tersebut akan bisa dihitung beberapa saat setelah kejadian. Penanganan yang cepat dan tanggap dari pihak berwajib sangat penting untuk melihat berbagai kondisi dan dampak dari bom bunuh diri.

Aksi teror bom di Surabaya dan Sidoarjo selesai ketika bom itu meledak. Namun akibat dari aksi tersebut belum selesai hanya dengan adanya korban jiwa dan kerugian materi. Ada akibat panjang yang perlu kita lihat dan antisipasi untuk selanjutnya.

Salah satunya adalah akibat psikologi dari berhasilnya bom bunuh diri. Dalam teori dasar psikologi sosial ada salah satu teori yang dikenal dengan roletheory atau teori peranan. Roletheory mengakui pengaruh faktor sosial pada tingkah laku individu atau tingkah laku sosial pada situasi yang berbeda.

Pelaku bom bunuh diri memainkan peran yang secara tidak langsung mempengaruhi psikologi seseorang, baik itu aparat pemerintah atau pun masyarakat pada umumnya. Berdasarkan bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, dan beberapa lokasi di Indonesia maupun di mancanegara. Baca: Apakah Teroris Beragama?