#2019GantiPresiden VS #Jokowi2Periode

oleh

#2019GantiPresiden VS #Jokowi2PeriodeSantriNow | Di media sosial seperti facebook dan twiter #2019GantiPresiden dan #Jokowi2Periode semacam virus yang memenuhi halaman. Kedua tagar layaknya seorang petinju yang saling berhadapan di dalam ring demi merebut perhatian dan memenangkan pertandingan. Namun, mungkin kita belum bisa menyaksikan kemenangan berada di pihak yang mana sebelum rencana besar dibalik kedua tagar tercapai.

Hanya orang-orang yang berada di belakang layarlah yang mengetahui tujuan dari kedua tagar. Misalkan, #2019GantiPresiden dipahami sebagai suatu bentuk kritik sosial dari masyarakat tertentu yang tidak puas terhadap kinerja pemerintah, sehingga mereka menyuarakan kepada masyarakat pada umumnya untuk memilih calon presiden yang berbeda.

Sedangkan #Jokowi2Periode sebagai bentuk tandingan untuk mengimbangi isu yang sedang menggelinding di dunia maya berakibat pada sebagian masyarakat mulai terbentuk pola pikirnya untuk memilih pemimpin negara yang baru di tahun 2019, sehingga orang-orang yang puas terhadap kinerja Jokowi merasa perlu menyuarakan kekaguman atas kerja tanpa kenal lelah.

Baca: Deklarasi Santri Militan Jokowi (SAMIJO) Menggetar

Kita harus yakini bahwa di balik itu semua pasti ada agenda besar yang sedang disiapkan oleh konseptor ulung di belakang kedua tagar. Mereka sudah memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Pilihan rencana selanjutnya pasti sudah ada dan dipersiapkan sedemikian rupa. Kita tinggal menunggu saja bagaimana kisah selanjutnya bercerita.

Masing-masing tagar harus dicoba menggunakan kacamata Antonio Gramsci tentang hegemoni. Dia meyakini bahwa #2019GantiPresiden dan #Jokowi2Periode sama-sama memerankan roda demi mencapai tujuan. Putaran roda merupakan bagian dari mekanisme yang mengantarkan pada tujuan atau kemenangan yang ingin diraih, baik kemenangan mengganti pemimpin baru atau mempertahankan kekuasaan. Kedua tagar tidak sedang melakukan penindasan terhadap kelas sosial tertentu, keduanya hanya bertarung gagasan.

Kedua tagar bagian dari strategi yang dilakukan oleh kedua pihak yang bertentangan atau berpeda pandangan terhadap arah kepemimpinan dalam membawa kapal besar, yaitu Inoensia. Disadari maupun tidak kedua tagar sudah membentuk persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah selama kurang lebih tiga tahun.

#2019GantiPresiden dan #Jokowi2Periode saling berupaya menggiring orang atau masyarakat agar menilai dan memandang problematikan sosial dalam kerangka yang sudah ditentukan, dan masing-masing orang akan menggunakan perspektif berbeda sesuai dengan apa yang sudah dikehendaki kedua tagar tersebut.

Selain itu, Antonio Gramsci juga melihat bahwa #2019GantiPresiden dan #Jokowi2Periode terbentuk dari momen atau situasi sosial politik di Indonesia. Kedua seolah-olah ingin membentuk realitas sesuai dengan apa yang mereka pikirkan. Kedua tagar dilempar ke masyarakat demi melihat seberapa kuat pengaruh dari pemimping masing-masing tagar. Sehingga hal tersebut juga dijadikan alat ukur untuk pesta demokrasi di tahun 2019.

Penilaian terhadap kedua hastag tersebut akan berkembang ke penilaian dalam perspektif moral, adat, religi, prinsip-prinsip politik, dan relasi sosial. Kita berada di titik nadir dengan taruhan bangsa Indonesia sendiri, salah bertindak dan mengambil sikap maka sama halnya dengan menenggelamkan kapal besar yang bernama Indonesia.

Masa depan Indonesia berada di tangan kita masing-masing. Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja kreatif antar anak bangsa menjadi modal utama dalam mengarungi lautan menuju apa yang dicita-citakan para foundingfather Indonesia. []

Penulis: Afifi (Mahasiswa UINSA Surabaya Semester 8)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.