Pendidikan di Luar Sekolah Sangat Menentukan

oleh

Pendidikan di Luar Sekolah Sangat MenentukanSantriNow [] Bicara pendidikan tentu saja kaitannya dengan Sekolah, Pesantren, Rumah, Tempat bermain. Artinya empat tempat ini sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan anak. Tulisan ini tidak berdasarkan teori mana pun melainkan atas hasil pengamatan kepada anak di tempat sekitar.

Mari bahas satu-per satu pengaruh empat tempat tersebut terhadap perkembangan seorang anak.

Pertama dan kedua, Sekolah dan Pesantren: Sekolah dan Pesantren sebagai tempat belajar tentu sangat besar pengaruhnya terhadap pembentukan sikap seorang anak atau santri. Artinya teman bermain di sekolah dan pesantren, guru atau kiai yang ngajar di sekolah dan pesantren, besar pengaruhnya kepada pembentukan sikap dan laku anak.

Karena itulah seorang guru atau kiai di sekolah dan pesantren sedianya memberi contoh sikap, baik secara ucapan, prilaku yang baik. Karena seorang murid atau santri cendrung selalu meniru prilaku gurunya dimana ia belajar.

Ketiga, Rumah: Rumah sebagai tempat asal seorang anak bertempat tinggal merupakan sumber pokok dari pembentukan karakter atau prilaku seorang anak. Kehidupan rumah tangga sebuah keluarga menentukan anak akan menjadi orang baik atau jahat.

Baca: Ciptakan Kesepahaman dan Kebersamaan Beragama

Bila ucapan orang tua si anak saban harinya kasar, maka ada kemungkinan anak juga akan dipengaruhi sikap kasar itu, baik secara sadar atau tidak. Sebab itulah, sebagai orang tua yang dituakan di sebuah keluarga hendaklah berprilaku yang baik tidak kasar dan penuh kasih sayang.

Karena sikap orang tua akan dengan mudah ditiru oleh anak.

Keempat, Tempat bermain: Tempat bermain besar pengaruhnya kepada pertumbuhan sikap seorang anak. Bila tempat bermain anak penuh dengan anak-anak nakal, seperti sering bolos sekolah, minum minuman keras maka besar kemungkinan anak yang asalnya tidak kenal itu akan ketularan.

Dan tempat bermain adalah tempat dimana seorang anak banyak menghabiskan waktunya. Karena begitu, bisa jadi tempat bermain merupakan sumbangan terbesar dari terbentuknya karakter seorang anak. Maksudnya anak atau santri lebih banyak waktunya dijalankan di luar sekolah atau di luar jam pelajaran.

Sebab, anak belajar di kelas atau dapat wejangan dari orang tua paling mentok dua jam atau lebih. Sementara setelah itu anak akan bermain dengan temannya di luar kelas sepuas-puasnya. []