Jusuf Hamka Pemilik ‘Warung Podjok Halal’ Ternyata Anak Angkat Buya Hamka

oleh
Jusuf Hamka Pemilik 'Warung Podjok Halal' Ternyata Anak Angkat Buya Hamka
Gambar: viva

SantriNow [] Awal ketertarikan Jusuf Hamka pada Islam bermula dari rasa penasarannya terhadap beberapa temannya yang selalu diminta untuk salat ketika sedang bermain. Ditambah lagi, dia juga sering mendengarkan ceramah dari Buya Hamka yang membuatnya kian yakin untuk mendalami Islam. Dikutid dari viva.

“Tahun 1981 saya masuk Islam, saya di-Islamkan sama almarhum Buya Hamka. Setelah tiga bulan, saya diangkat anak sama Buya Hamka makanya nama saya juga Jusuf Hamka,” kata dia.

Dia memilih memeluk Islam di usianya yang ke-24 tahun. Jusuf juga mengungkapkan bahwa sebelum masuk Islam, dia sering disebut anak nakal dan hobi tawuran.

“Saya itu hobi berantem, yang satu lawan satu, tapi setelah masuk Islam, hidup saya jadi lurus, baik, rezeki saya alhamdulillah lurus dari atas ke bawah,” kata Jusuf.

Dalam obrolannya, dia juga mengungkapkan pertemuannya dengan Buya Hamka hingga akhirnya memutuskan untuk mengucapkan syahadat.

“Saya banyak baca banyak tertarik ceramahnya Buya dan saya melihat ada orang masuk Islam di Al Azhar, makanya saya cari tahu dia, langsung datang ke Al Azhar, saya bilang saya mau masuk Islam ketemu Buya,” ucap Jusuf.

Saat itu, Buya menanyakan kapan akan menjadi mualaf. Sebanarnya, dia ingin langsung, namun lantaran belum bisa mengucapkan syahadat, Jusuf berniat menghapalkannya sehingga dia memberikan jawaban besok.

Buya Hamka sangat marah mendengar jawaban tersebut. Tak lama Buya Hamka pun menjelaskan alasannya.

“Kalau kamu niat hari ini, kamu harus masuk Islam hari ini karena kalau kamu pulang, kamu meninggal, dan kafir, dosa saya,” kata Yusuf menirukan ucapan Buya Hamka.

Sejak saat itu, Jusuf pun akhirnya kian mendalami Islam. Ia juga mengaku bahwa keluarganya tidak pernah mempermasalahkan pilihannya dalam beragama.

“Keluarga sendiri, ibu-bapak saya moderat, mereka dosen jadi sangat mendukung sekali, jadi di keluarga itu beraneka ragam, ada yang Budha, Kristen, Islam,” kata dia.

Setelah 36 tahun memeluk Islam, Jusuf mengaku sangat bahagia dan damai dalam kesehariannya. Bahkan Warung Podjok Halal bukan satu-satunya hal yang dia inisiasi untuk membantu sesama. Saat ini dirinya juga tengah membangun sebuah masjid di kolong tol di kawasan Papanggo, Jakarta Utara.

“Saya juga ingin bikin tempat pendidikan Quran bergaya China, karena Nabi sendiri bilang tuntutlah ilmu sampai ke negeri China, saya juga ingin tempat itu jadi tujuan wisata, yang nantinya akan didatangi turis dan membantu perekonomian setempat,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.