di ,

Santri Zaman X Wajib Hukumnya Melawan Berita Hoax

Santri Zaman X Wajib Hukumnya Melawan Berita Hoax
Gambar: editing

SantriNow xxx Sudah seharusnya santri yang hidup di zaman X seperti sekarang melawan berita hoax. Berita hoax di zaman X seperti sekarang sudah seperti sarapan pagi yang setiap pagi hari muncul. Begitu banyak di situs-situs dan media sosial jenis berita yang seperti ini. Sekali lagi, santri yang hidup di zaman X wajib hukumnya melawan berita hoax.

Santri zaman X sudah pasti tahu, apa itu berita hoax (berita bohong). Jangan sampai santri zaman X atau istilah populernya santri zaman now larut dalam pemberitaan yang tidak jelas sumber dan faktanya. Karena jika santri larut di dalamnya, secara sadar atau tidak, akan terjebak kepada kehancuran moaral. Sekaligus, santri merupakan bagian dari mereka.

Berita hoax harus dimusnahkan dari pelanet bumi dan dilenyapkan dari benak pikiran santri zaman X. Karena efek negatif dari berita hoax itu sudah jelas merusak, menipu, menghancurkan moral bangsa dan santri khususnya. Sekali lagi, santri zaman X harus berani lawan berita hoax.

Berikut ini fakta beberapa korban akibat berita hoax

Masih tidak lenyap dari ingatan tentang penyerangan terhadap beberapa tokoh agama, baik muslim maupun non muslim? Dari kasus itu, menurut keterangan Kapolri Tito Karnafian, dari hasil penyelidikan diketahui bahwa 45 isu penyerangan kepada tokoh agama hanya 3 yang benar-benar fakta dan terbukti di lapangan, yang lainnya hoax. Dikutip dari media detik

“Pertama, ada 45 isu penyerangan ulama. Dari 45 itu, hanya 3 yang benar ada peristiwanya. Korbannya adalah ulama, atau pengurus masjid. Di Jawa Timur satu, di Jawa Barat dua,” ucap Tito kepada pengurus Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Tarbiyah-Perti), di SMK Islam Perti, Jalan Tawakal Raya, Jakarta Barat, Sabtu (3/3/2018).

Berikutnya adalah nyebarnya gambar jalan rusak parah, masjid rusak total, dan gambar Monas yang bengkok. Hal itu tersebar pasca kejadian gempa yang terjadi di Jawa Barat. Gempa baru terjadi, kemudian muncul gambar-gambar jalan rusak parah, Masjid rusak total, bahkan Monas di jantung ibu kota Indonesia bengkok pula. Itu semua adalah gambar editan yang kemudian disebar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ada lagi isu yang masif di media sosial yaitu bangkitnya PKI lengkap dengan senjatanya yang ternyata juga hoax. Penyerangan Pengasuh pesantren di Ploso juga hoax. Dan masih banyak isu lainnya.

Dengan beberapa hoax isu di atas serta hasil temuan pihak polisi terkait penyerangan tokoh agama, bisa kita pahami bahwa berita hoax yang menyebar di berbagai group facebook, whatsapp, twitter dan youtube begitu masif dan sistematis.

Sebab itulah santri zaman X harus berani melawan berita hoax seperti itu. Karena kalau pemberitaan seperti itu dibiarkan menyebar kebeberapa media sosial dan situs, maka korban semakin hari akan semakin banya. Bisa jadi Indonesia ini kebanjiran berita dan menjadi lautan hoax.

Peran santri zaman X dalam memberantas berita hoax sangat dibutuhkan. Hal itu tidak bisa dipungkiri. di samping zaman x seperti sekarang hoax bertebaran di mana-mana, juga secara kuantitas, santri itu jumlahnya ribuan dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Secara kualitas, santri juga memiliki bekal ilmu agama yang mumpuni, pengetahuan umumnya juga OK.

Sehingga dengan alasan itu, santri yang hidup di zaman X yang tentu muak dengan berita hoax wajib melawan melawannya. Baca: Makna Santri yang Hidup di Zaman X

BAGAIMANA MENURUT KAMU?