KH Abdul Hamid Sosok Ulama dengan Sejuta Karomah

oleh -
KH Abdul Hamid Pasuruan, Ulama dengan sejuta karomah

Karomah ketiga, Kh Abdul Hamid juga pernah diperlihatkan kepada seorang Habib sepuh yang datang menemuinya, waktu itu, sang Habib menanyakan kemana sang Kiai pergi ketika digantikan oleh sesosok gaib yang menyerupainya.

Kh Abdul Hamid hanya diam saja, dan dengan sepontan memegang Habib sepuh tersebut. Seketika itu kagetlah Habib sepuh tadi, melihat suasana di sekitar mereka berubah menjadi bangunan masjid yang sangat megah. Subhanallah, ternyata Habib sepuh tadi dibawa KH Hamid mendatangi Masjidil Haram.

Karomah keempat, yaitu ketika Asmawi, yang tak lain merupakan salah satu santrinya sendiri harus melunasi hutang kepada panitia pembangunan masjid yang sudah jatuh tempo. Besarnya Rp300.000, cukup besar untuk ukuran waktu sekitar tahun 70-an.

Si santri tidak tahu dari mana uang sebanyak Itu bisa didapat dalam waktu singkat. Sebeb itulah, ia hanya bisa menangis, malu kalau sampai ditagih. Akhirnya Asnawi itu mengadu kepada Kiai Hamid.

Dengan lembutnya, sang Kiai menyuruh Asmawi mengunduh pohon kelengkeng yang ada di halaman depan rumah sang Kiai. Kata Kiai, “di sana ada dua pohon kelengkeng, kumpulkan daun-daun yang gugur itu dan bawa kesini”.
Seusai menerima daun-daun kelengkeng itu, Kial Abdul Hamid memasukkannya ke dalam saku baju. Ketika ditarik keluar, di tangannya tergenggam uang kertas. Kemudian ia menyuruh Asmawi melakukan hal sama tapi pada pohon kelengkeng lainnya.

Menggunakan cara yang sama, daun kelengkeng itu berubah menjadi uang kertas. Setelah Asmawi menghitung jumlahnya Rp225.000. Masih kurang Rp75.000. Tiba-tiba datang seorang tamu menyerahkan uang tunai Rp75.000 kepada Kiai Hamid, dan kemudian uang itu diserahkan ke Asmawi.