KH Abdul Hamid Sosok Ulama dengan Sejuta Karomah

oleh

KH Abdul Hamid Sosok Ulama dengan Sejuta KaromahSantriNow xxx Sosok Kh Abdul Hamid, Pasuruan Jawa Timur, Indonesia dikenal ulama yang memiliki sejuta karomah. Sepertinya tidak berlebihan bila pengasuh pesantren Salafy itu dapat gelar sejuta karomah. Karena memang banyak sekali karomahnya. Kh Abdul Hamid sosok istiqomah dan penyabar. Maka tidak heran bila mempunyai banyak karomah.

Biografi Singkat Padat

KH Abdul Hamid Pasuruan begitulah masyarakat mengenalnya. Ia lahir di desa Sumber Girang, Lasem, Rembang, Jawa Tengah pada hari Ahad tanggal 22 November 1914 M/ 4 Muharram 1333 H. Wafat pada hari Rabu, 25 Desember 1985 di Pesantren Salafiyah, Pasuruan, tempat Ia mulang ngaji.

Kh Abdul Hamid, nama lahirnya adalah Abdul Mu’thi, lahir dari keluarga Kh Abdullah bin Kh Umar dan Nyai Raihanah binti Kh Shiddiq. Dari 12 bersaudara, Kh Abdul Hamid kecil atau Abdul Mu’thi putra keempatnya.

Pengasuh Pesantren Salafy, Pasuruan itu menikah dengan Nyai Hj Nafisah binti Kh Ahmad Qusyairi yang kemudian memeliki 6 putra-putri. Yakni, Gus Muhammad Anas, Ning Zainab, Gus Muhammad Nu’man, Gus Muhammad Nasih, Gus Muhammad, dan Gus Muhammad Idris atau yang dikenal Kiai Haji Idris Pasuruan.

Cerita Lucu Masa Kecil Kh Abdul Hamid

Semasa masih kecil Abdul Mu’thi dipanggil “Dul” saja. Konon katanya nama ini sering dipelesetkan jadi ‘Bedudul’ karena kenakalannya.

Mu’thi kecil tumbuh nan lincah, extrovert (suka bergaul), dan nakal. ‘Nakal banget,’ tutur Kh Hasan Abdillah Glenmore, adik sepupunya sendiri. Namun Mu’thi nakalnya tidak sebagaimana anak sekarang: yang sampai mabuk-mabukan dan melakukan perbuatan asusila. Melainkan nakalnya Mu’thi merupakan kenakalan bocah cilik yang masih berada dalam batas wajar, tapi untuk ukuran anak seorang kiai dipandang “luar biasa”.

Karena, sehari-hari ia jarang di rumah. Hobinya main sepak bola dan layangan. Ia sangat gila bola atau bolamania lah, orang sekarang menyebutnya, bahkan untuk hobinya yang satu ini, ayahandanya tak sanggup membendungnya. Sehingga karena seringnya bermain, ngajinya kurang teratur. Baca: 5 Ulama Paling Berjasa dalam Dunia Islam, Menurut Kiai Said Aqil Siraj