Justru Wanita yang Sudah Bersuami Berpotensi Kuat Timbulkan Fitnah

oleh

Justru Wanita yang sudah bersuami berpotensi kuat timbulkan fitnahSantriNow xxx Justru wanita yang sudah bersuami berpotensi besar timbulnya fitnah. Kurang tepat bila ada orang yang beranggapan bahwa fitnah (godaan) wanita hanya timbul dari wanita yang gadis (belum menikah). Sedangkan kepada wanita-wanita yang sudah bersuami, laki-laki bebas bergaul seolah tidak ada fitnah. Sekali lagi, justru wanita yang sudah bersuami berpotensi besar timbulnya fitnah.

Tulisan ini kami sarikan dari blog kangaswad, Sabtu 24 Februari 2018.

Beberapa dalil yang bisa kita jadikan renungan prihal fitnah wanita. Namun sebelum lebih jauh ngulas soal dalil-dalil itu. Penulis hanya ingin menyampaikan bahwa fitnah itu bukan hanya dari wanita saja, melainkan juga dari para lelaki yang sukanya goda wanita. Baik mari kita ulas dalil-dalilnya yaitu sebagai berikut:

Firman Allah dalam Quran:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)” (QS. Al Imran: 14).

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya” (QS. An Nur: 30-31).

Sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam hadits shahih Muslim:

ما تَركتُ بَعدي فِتنَةً أضرَّ على الرجالِ منَ النساءِ

“Tidaklah ada sepeninggalku fitnah (cobaan) yang paling berbahaya bagi lelaki selain fitnah (cobaan) terhadap wanita” (HR. Al Bukhari 5096, Muslim 2740).

Hadist yang lain:

إن الدنيا حلوةٌ خضرةٌ . وإن اللهَ مستخلفُكم فيها . فينظرُ كيف تعملون . فاتقوا الدنيا واتقوا النساءَ . فإن أولَ فتنةِ بني إسرائيلَ كانت في النساءِ

“Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau. Dan Allah telah mempercayakan kalian untuk mengurusinya, Sehingga Allah melihat apa yang kalian perbuatan (disana). Maka berhati-hatilah kalian dari fitnah (cobaan) dunia dan takutlah kalian terhadap fitnah (cobaan) wanita. Karena sesungguhnya fitnah (cobaan) pertama pada Bani Isra’il adalah cobaan wanita” (HR Muslim 2742).

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

المرأة عورة ، فإذا خرجت استشرفها الشيطان

“Wanita adalah aurat. Jika ia keluar, setan memperindahnya” (HR. At Tirmidzi no. 1173, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

Jika pembaca memperhatikan dalil-dalil di atas, apakah dibedakan antara wanita gadis dengan wanita bersuami? Tenyata tidak, maka semua wanita berpotensi timbulkan fitnah (cobaan) baik yang masih gadis ataupun sudah bersuami. Coba perhatikan ayat ini:

وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ

“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka” (QS. Al Ahzab: 53).

Ketika para sahabat ada perlu kepda para istri Nabi, maka mereka diperintahkan untuk memintanya dari balik hijab. Perhatikan, mereka dalam keadaan sudah bersuami. Namun tetap diperintahkan untuk menjaga diri timbulnya fitnah.

Kalaupun tidak salah memang, bahwa terkadang fitnah wanita yang masih gadis lebih dominan dari pada wanita yang sudah bersuami. Fitnah wanita yang masih belia, lebih besar dari wanita yang sudah separuh baya. Begitu juga fitnahnya wanita cantik cendrung lebih kuat dari pada wanita dengan paras biasa-bisa saja. Sebab itulah al Qurthubi berpesan:

قال ابن خُويز منداد ــ وهو من كبار علماء المالكية ـ : إن المرأة اذا كانت جميلة وخيف من وجهها وكفيها الفتنة ، فعليها ستر ذلك ؛ وإن كانت عجوزًا أو مقبحة جاز أن تكشف وجهها وكفيها

“Ibnu Juwaiz Mandad – ia adalah ulama besar Maliki – berkata: Jika seorang wanita itu cantik dan khawatir wajahnya dan telapak tangannya menimbulkan fitnah, hendaknya ia menutup wajahnya. Jika ia wanita tua atau wajahnya jelek, boleh baginya menampakkan wajahnya” (Tafsir Al Qurthubi, 12/229).

Meskipun demikian, tetap saja secara umum wanita itu adalah fitnah, hendaknya para lelaki bertaqwa kepada Allah.
Justru kadang fitnahnya wanita bersuami lebih kuat, karena dua hal di antaranya:

1# Wanita itu sendiri merupakan fitnah

Sekarang sampai ada istilah Plakor, Walingmi dan lainnya. Jangan salah, terkadang yang jadi Plakor, Walingmi itu justru mereka sudah punya suami. Baca juga: Bertahun-tahun Ngupeni Istri Orang, Ujung Asmara Malah Seperti Film Dilan

2# Dapat berujung pada kerusakan rumah tangga orang lain.

Awalnya hanya berkenalan lewat fb atau WA, lama-lama kopdar, kemudian cocok, eh terjerumus, Nauzubillah. Dan ini merupakan prestasi setan yang paling dipuji iblis. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ على الْمَاءِ، ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ منه مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً، يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فيقول: فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا، فيقول: ما صَنَعْتَ شيئا، قال ثُمَّ يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فيقول: ما تَرَكْتُهُ حتى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ، قال: فَيُدْنِيهِ منه، وَيَقُولُ: نِعْمَ أنت فَيلتَزمُهُ

“Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air. Kemudian ia mengutus para tentaranya. Tentara iblis yang paling bawah adalah yang paling besar fitnah (kerusakan) nya. Salah satu tentara iblis berkata: saya telah melakukan ini dan itu. Maka iblis mengatakan: kamu belum melakukan apa-apa. Kemudian tentara iblis yang lain datang dan berkata: Aku tidak meninggalkan seseorang kecuali setelah ia berpisah dengan istrinya. Maka tentara iblis ini pun didekatkan kepada iblis. Lalu iblis berkata: kamulah yang terbaik, teruslah lakukan itu” (HR. Muslim no. 2813).

Maka kami nasehatkan diri kami dan para lelaki Muslim, hendaknya perlu diperhatikan dalam berinteraksi dengan para wanita yang bersuami:

Jangan merasa aman dari fitnah (cobaan) wanita bersuami
Tetap tidak boleh khulwah (berduaan) dan ikhtilath (bercampur-baur)
Tetap tidak boleh bersentuhan
Berinteraksi jika hanya ada kebutuhan
Tetap menjaga pandangan
Tetap menjaga adab dalam berbicara
Tidak bercanda melebihi batas, dan tidak banyak bercanda
Tidak mendengarkan curhat wanita tersebut, terlebih urusan rumah tangganya. Kecuali ahli ilmu yang diminta pandangan syar’i-nya.
Tidak meng-upload foto mereka dengan alasan mereka sudah bersuami

Semoga Allah Ta’ala menjaga kita dari fitnah wanita. Wallahul muwaffiq. [kw/st]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.