5 Ulama Paling Berjasa dalam Dunia Islam, Menurut Kiai Said Aqil Siraj

oleh

5 Ulama Paling Berjasa dalam Dunia Islam, Menurut Kiai Said Aqil SirajSantriNow xxx 5 Ulama ini dikatakan paling berjasa di dunia Islam karena mampu menanamkan nilai Islam yang berasaskan keikhlasan dalam beragama, keadilan, ketauhidan yang benar, keharmonisan dalam beragama, dan cinta tanah air. Tulisan ini disarikan dari ceramah KH. Said Aqil Siraj Ketua Umum Nahdlatul Ulama yang dilansir dari nuonline, Jumat (23/218)

1# Hasan Basri. Kiai Said Aqil menuturkan bahwa, Hasan Basri merupakan ulama yang berjasa dalam mengembalikan Islam pada khittahnya yakni Islam sebagai ajaran agama bukan ideologi politik.
“Sesudah munculnya beberapa partai politik, mulai dari Syi’ah, Jabbariyah, Mu’tazilah, serta lainnya, Hasan Basri mengembalikan Islam pada khittahnya atau Aswaja,” tutur Kiai Said di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari Daan Mogot Jakarta, Sabtu (21/10) malam.

2# Imam Syafi’i. Murid kesayangan Imam Malik ini dinilai berjasa di dalam dunia Islam karena ia mampu meluruskan pemahaman Islam sehingga ajaran Islam tidak liberal tapi juga tidak radikal. “Imam Syafi’i menggabungkan Al-Qur’an, hadis, dan akal (dalam istinbath hukum),” katanya.

3# Imam Abu Hasan Al Asy’ari. Kiai Said Aqil memaparkan bahwa, sepeninggal Imam Syafi’i umat Islam terjebak pada paham tasybih atau menyerupakan Allah dengan makhluknya. Seperti ungkapan Allah memiliki tangan, wajah, dan duduk di atas Arasy. Maka kemudian, Imam Asy’ari meluruskan pemahaman-pemahaman itu. Selain itu, Imam Asy’ari juga menciptakan konsep tentang sifat-sifat Allah yang dua puluh serta meletakkan sifat wujud sebagai sifat pertama Allah.

4# Imam Ghazali. Imam Ghazali merupakan ulama yang berjasa karena mampu mengharmonisasikan atau mensingkronkan antara kelompok fikih dan sufi. Kala itu kelompok fikih lebih mementingkan tampilan luar dalam mengimplementasikan syariat. Misal, ketika salat maka yang penting adalah bajunya bagus, bersih, dan rapi. Entah hatinya seperti apa. Adapun golongan sufi beranggapan bahwa dalam beribadah itu yang paling utama adalah hati. Bagi kelompok sufi, tidak apa-apa bajunya kumal dan bau ketika melaksanakan salat. Karena yang penting adalah hatinya.

“Sufi dan fakih bertengkar. Imam Ghazali mengharmonisasikan keduanya. Syariat harus diamalkan, hatinya (sufi) juga harus dibangun,” jelas Doktor lulusan Universitas Ummul Qura itu.

5# atau yang terakhir, Hasyim Asy’ari. Kata Kiai Said Aqil, pendiri NU itu berjasa kepada dunia Islam karena mampu memadukan antara nasionalisme dan Islam. Banyak ulama yang alim tapi mereka tidak mampu menggabungkan dua pondasi besar itu dalam masyarakat Islam. Sebagaimana ulama-ulama di negara Timur Tengah sana itu. Baca juga: Dibalik Senyum KH. Said Aqil Siraj Ternyata Ada Sosok Luarbiasa Ini

Di Timur Tengah, golongan nasionalis jelas bukan dari kalangan ulama melainkan kaum sekuler. Begitu juga ulama bukan golongan nasionalis. Sehingga antara mereka sering terjadi perselisihan yang mengakibatkan pondasi bangsanya menjadi rapuh.

“Kiai Hasyim Asy’ari mengeluarkan jargon hubbul wathon minal iman,” jelasnya. [nu/st]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.