di ,

Wisata Religi Empat Kabupaten di Madura Paling Populer

Wisata Religi Empat Kabupaten di Madura

Madura  – Tentang Wisata Religi Madura. Kalau anda orang Madura jelas sudah tahu tempat-tempat yang dijadikan jujukan untuk ziarah. Tapi bila anda bukan orang Madura tentu butuh tahu mana saja yang biasa dijadikan tempat ziarah di pulau garam itu. Perlu anda ketahui bahwa Madura mulai dulu memang penuh dengan wisata religi, sehingga penting sekali bagi anda untuk sesekali pergi ke sana.

Berikut daftar wisata religi yang ada di empat Kabupaten di Madura:

9 Wisata Religi di Kabupaten Sumenep

1. Makam Syehk Yusuf

Wisata Religi Empat Kabupaten di Madura
gambar dari “plat-m.com”

Konon makam Syehk Yusuf berada di lima tempat yaitu di Afrika, Sri Lanka, Banten, Sumenep, Makassar. Letak makam beliau yang berada di Sumenep tepatnya di kepulauan Talangu.

Silahkan kunjungi dengan rute Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep. Dari Sumenep kota cari tujuan dermaga Kalianget. Dermaga ini menghubungkan pulau Madura dengan beberapa kepulauan di timur Madura. Setidaknya ada puluhan pulau-pulau cantik di timur Madura. Di kawasan Telango ada sebuah buju’ yang merupakan tempat dikuburkan Sayyid Yusuf.

Sejarah singkat penemuan makam Syekh Yusuf dan keunikannya (dikutip dari media “plat-m.com”)

Wisata Religi Empat Kabupaten di Madura
gambar: “plat-m.com”

Pada tahun 1212 H (Th. 1791 M) raja Sumenep Sri Sultan Abdurrahman Pangkutaningrat, beserta rombongan/prajuritnya berangkat dari Keraton Sumenep. Maksudnya akan menyebarluaskan Agama Islam ke Pulau Bali. Setibanya di Pelabuhan Kalianget, karena hari telah sore, maka beliau terpaksa bermalam, di sekitar jam 24.00 Sri Sultan Abdurrahman terkejut karena tiba-tiba melihat sinar/cahaya yang sangat terang, seakan-akan jatuh dari langit ke Bumi di sebelah timur Pelabuhan atau tepatnya di Pulau Poteran desa Telango Kecamatan Telango Kabupaten Sumenep.

Setelah sholat Subuh, Sri Sultan dengan pengikutnya naik perahu menuju pulau tersebut untuk mencari tanda jatuhnya sinar tersebut. Setibanya di pulau Poteran, Sri Sultan masuk hutan lalu mendapatkan tanda yang menyakinkan seakan-akan kuburan baru. Lalu beliau memberi salam dan salam beliau dijawab dengan suara jelas. Namun tidak ada yang menampakkan diri. Selanjutnya Sri Sultan Abdurrahman ingin mengetahui suara tersebut. Maka beliau munajat atau memohon kehadirat Allah SWT, tiba-tiba jatuhlah selembar kertas diharibaannya dan setelah diperhatikan daun tersebut tertulis dengan tulisan Arab Hadza Maulana Sayyid Yusuf Bin Ali Bin Abdullah Alhasani’.

Selanjutnya Sri Sultan Abdurrahman memasang batu nisan dengan diberi nama sebagai mana yang terdapat atau tertulis pada daun tersebut. Setelah melanjutkan perjalanannya. Sebelum berangkat beliau menancapkan tongkat beliau di dekat kuburan atau pesarean Sayyid Yusuf dan tongkat tersebut hidup sampai sekarang menjadi pohon yang besar dan rindang.

Setelah beberapa lama kuburan atau pesarean diberi congkop atau pendopo kecil tetapi hanya kuburan Sayyid Yusuf pindah dari sebelah timur dengan arti tidak menghendaki diberi congkop. Dan sekitar kurang lebih satu tahun, kemudian Sri Sultan Abdurrahman mendatangi lagi kuburan atau pesarean Sayyid Yusuf untuk membangun pendopo di sekitar kuburan tersebut juga termasuk masjid Jami’ Kecamatan Telango. Demikian sekadar riwayat singkat Sayyid Yusuf dan dikutip dari sejarah wali-wali di Kabupaten Sumenep, Madura. (Sumber: Riwayat Singkat Sayyid Yusuf)

Pusat oleh-oleh
Di Talango ini juga terdapat banyak penjual oleh-oleh khas Sumenep yang cukup menggiurkan bagi pengunjung. Beberapa jasa ojek juga mengais rezeki dari jasa peziarah yang hendak menuju pelabuhan tempat kapal bersandar.

2. Makam Asta Tinggi 


Asta Tinggi merupakan nama istilah yang dialamatkan kepada makam raja-raja Sumenep terdahulu. Asta Tinggi ini berada di desa Kebonagung, Kecamatan Kota yang sudah berdiri sejak abad XVI masehi. Alhasil Kabupaten Sumenep pada masa lampau menganut sistem kerajaan.

Sekelumit Tentang Makam Asta Tinggi

Berdasar beberapa sumber sejarah, Asta Tinggi memiliki nilai kekeramatan yang tinggi. Orang banyak berziarah kesini karena raja-raja Sumenep juga dikenal kewaliannya yang menyebarkan Islam di daerah Sumenep dan sekitarnya.

Makam pertama yang ada di Asta Tinggi adalah makam dari R.Mas Pangeran Anggadipa yang merupakan seorang adipati. Makam perempuan di samping beliau adalah istri beliau yang bernama R.Ayu Mas Ireng, dia sendiri adalah putri dari Panembahan Lemah Duwur.

Pada awalnya Asta Tinggi tidak memiliki pagar hanya rimba belantara dan batuan terjal. Untuk menghormati Pangeran Anggadipa dan istrinya Pangeran Rama yang ketika itu menjabat sebagai adipati Sumenep membangun pagar hanya dengan batu-batu yang disusun rapi.

Asta Tinggi sendiri memiliki corak dua seni, dimana bagian barat memiliki corak Jawa. Di bagian timur lebih dominan oleh corak Cina, Eropa, Arab dan Jawa. Pembangunannya sendiri berlanjut dari masa pemerintahan Panembahan Notokusumo I Asirudin dan Sultan Abdur Rahman yang tidak lain adalah putranya, dan masih berlanjut lagi di masa pemerintahan Panembahan Moh.Saleh.

Berikut adalah daftar makam yang berada di Asta Tinggi
Bangunan Barat

Wisata Religi Empat Kabupaten di Madura

Kubah 1
R.Ayu Mas Ireng
Pangeran Anggadipa
Pangeran Wirosari atau Pangeran Seppo
Pangeran Rama
R. Ayu Artak (Istri Pangeran Panji Polang Jiwa)
Pangeran Panji Polang Jiwa (R. Kaskiyan)
Kubah 2
Ratu Ari
Pangeran Jimat (R. Ahmad)
R. Aria Wironegoro
Kubah 3
R. Bendara Moh. Saud
R. Ayu Dewi Rasmana
dan lain-lain
-Bangunan Timur

Kubah 2
Panembahan Notokusumo I Asiruddin
Sultan Abdur Rahman
Panembahan Moh. Saleh
dan lain-lain

Untuk penjaganya sendiri pada jaman dahulu merupakan seorang prajurit kerajaan yang dibayar dengan tanah untuk dikelolanya sendiri. Jika penjaga tersebut sudah tidak efektif maka akan digantikan oleh keturunannya dalam menjaga Asta Tinggi ini terdapat 8 kelompok yang diketuai oleh “loloran” dan wakilnya disebut “Kabajen”. Pada saat ini penentuan penjaganya sudah diatur oleh pemerintah dan sudah terdapat juga sebuah yayasan yang bernama YAPASTI (Yayasan Penjaga Asta Tinggi) tujuan dari dibentuknya yayasan ini untuk meningkatkan kinerja penjaga Asta Tinggi yang professional dan berkualitas.

sumber: Lintasan Sejarah Sumenep dan Asta Tinggi Beserta Tokoh di Dalamnya -Bindara Akhmad

BAGAIMANA MENURUT KAMU?