Ternyata Tabayyun Itu Bukan Solusi

oleh
Tabayyun Itu Bukan Solusi Melainkan Silaturrahim Khusus

SantriNow xxx Gus Nur dan Ansor mengadakan tabayyun di Kantor NU Jl. Bubutan, Surabaya. (23/1/18). Tabayyun itu berjalan dengan lancar walau suasananya agak memanas. Wajar sesama anak muda.

Sebagaimana dilansir “salafynews.com”.
Acara tabayun berlangsung di Kantor NU Jl Bubutan, Surabaya. Saat berita ini ditulis, acara masih berlangsung. GP Ansor berkomitmen untuk menjaga suasana kondusif, menghormati Gus Nur sebagai undangan yang beriktikad baik. “Kita tunjukkan bahwa Ansor sebagai kader NU sangat menghormati perbedaan pendapat. Kita sambut dengan humanis karena kita cinta damai dan persaudaraan,” tambahnya.

“Kita putar dulu video-videonya. Biar Gus Nur tahu, apa benar semua ini,” demikian disampaikan Ketua GP Ansor Surabaya, Muhammad Farid Afif, saat mengawali proses Tabayun dengan Gus Nur, di Kantor PCNU Surabaya, Jl Bubutan, Selasa (23/1/2018).

Tak kalah menarik, Gus Afif sempat membacakan ayat walyatalaththof (dan hendaknya bersikap lembut). Akhirnya lelaki dengan nama asli Sugik Nur Raharja ini minta maaf di hadapan pengurus PC GP Ansor Kota Surabaya.

“Intinya kami sudah baik, ojo diplintir-plintir maneh. Saya akan memperbaiki diri saya sendiri sebab kita tak bisa mengubah orang lain kalau tidak dari kita sendiri. Wis anggepen aku sing salah, aku tak berubah. wis ojo diplintir-plitir lho yoh (anggap saya yang salah, saya mau berubah, sudah jangan sampai diplintir red.),” terang Sugik.

Tabayyun yang sering kita dengar itu sebenarnya bukan solusi melainkan hanya cara pendekatan supaya masalah yang simpang siur selama ini bisa jelas sehingga dicarikan solusi bersama melalui kesepakatan-kesepakatan. Sehingga nantinya kesepakatan itulah yang menjadi hasil dari tabayyun. Kalau kesepakatan itu menghasilkan penyelesaian masalah yang sedang terjadi berarti selesai masalah. Tapi kalau kesepakatan itu tidak menemukan kesepahaman sehingga saling membenarkan diri ya masalah tidak akan selesai.

Mengapa metode tabayyun itu sering dilakukan kaum Nahdliyyin dalam setiap hendak menyelesaikan problem? Karena dengan cara itu semua akan jelas, masalah akan diungkap secara objektif, sehingga nantinya diharapkan terjadi kesepahaman atau setidaknya saling menjaga hubungan baik antar dua seteru.

Seperti tabayyun yang diadakan GP Ansor Surabaya dengan saudara Sugik yang akrab disapa Gus Nur itu. Sepertinya belum menghasilkan kesepahaman. Namun Gus Nur meminta maaf kepada GP Ansor Surabaya begitu juga sebaliknya. Namun sesuai dengan berita yang beredar antar mereka berdua masih terjadi perselisihan yang berakibat suasana memanas.

Sekali lagi Tabayyun bukan solusi terhadap suatu masalah yang sedang diperselisihkan melainkan cara atau metode pendekatan. Apakah sama istilah Tabayyun dengan Klarifikasi, jawabannya mirip alias tidak sama persis. []