Nahdlatul Ulama ke Depan Insya Allah Tambah Jaya

oleh -
Nahdlatul Ulama ke Depan Insya Allah Tambah Jaya

SantriNow xxx Melihat perjalanan NU mulai sejak didirikan sampai sekarang memang sering dapat tantangan, baik tantangan dari pihak pemerintah maupun tantangan dari pihak netizen yang anti NU.

Penulis di sini hanya ingin mengulas secara singkat perjalanan NU pada tahun 2017 kemarin yang banyak dapat sorotan dari masyarakat khususnya orang-orang yang punya kepentingan ingin memanfaatkan massa NU untuk kepentingan kelompoknya.

Pada saat demo atau aksi bela Quran dan Ulama, NU memilih untuk tidak ikut-ikutan dengan alasan masih banyak cara lain untuk membela Quran dan Ulama. Alasan lain kenapa NU tidak ikut-ikutan dalam demo, ya karena aksi itu tidak murni bela Quran dan Ulama melainkan punya tujuan lain yang terselubung di dalamnya di antaranya:

1. Supaya Jokowi digulingkan atau dikudeta.
2. Supaya Ahok dipenjarakan karena menghina Quran
3. Agar gubernur Jakarta berubah dari Ahok menjadi Anis.
4. Ada kesepakatan antara tokoh yang mengatas namakan Agamawan dengan Politikus tertentu manakala aksinya berhasil.
5. Ditunggangi HTI yang berkoar-koar supaya Indonesia menganut sistem hilafah. Setidaknya itulah alasan NU tidak ikut-ikutan.

Mereka berdemo dengan dalih bela Quran dan Ulama dan mengejek NU karena diaggap tidak aktif dalam bela Quran dan Ulama. NU mulai terpojok waktu itu. Namun NU yakin bahwa kebenaran suatu saat akan terungkap dengan sendirinya.

Sekarang semuanya sudah terang benderang.

1. Jokowi yang mau digulingkan tidak berhasil karena sang president punya keluwesan dalam menanggapi setiap masalah dan masih dijaga oleh Allah
2. Ahok benar-benar mereka penjarakan, namun terpenjaranya Ahok karena dipaksa massa aksi, bukan karena dia menghina Quran.

3. Ketika pemilihan, orang-orang Jakarta pikirannya sudah termakan hasutan dan fitnah kejam yang digoreng oleh mereka para HTI dan FPI. Sehingga masyarakat Jakarta memilih Anis Sandi bukan Ahok Jarot.
5. Hal ini yang menarik, lantaran belakangan motive para pendemo yang sesungguhnya mulai terbongkar. Hal ini berawal dari La Nyalla Muhammad Mattaliti yang tidak bisa jadi calon gubernur Jatim.

La Nyalla minta rekom secara khusus kepada Gerindra, PKS, dan PAN namun upayanya gagal. Karena merasa tidak digubris akhirnya La Nyalla membongkar rahasia Gerindara. Kemudian juga sebagai jurubicara FPI, Al Khaththaht menambahkan, dia merasa sakit hati karena 5 calon yang diusungnya tidak ada yang diterima samasekali. Sampai-sampai dia bilang bahwa demo Jakarta dalam bela Quran hanya semata-mata ingin mendukung Anis – Sandi supya jadi Gubernur.
Dan dukungan mereka bukan cuma-cuma, harus ada balasan yang setimpal. Salah satunya dia minta agar lima calon yang diajukan dapat rekom secara khusus.

Sehingga dari sini jelas bahwa demo mereka bukan karena Quran dan Ulama namun karena nasi bungkus, karena haus kekuasaan. NU yang semula diejek, dimaki karena tidak ikut-ikutan, sekarang dapat bernafas lega.

NU sekarang dan yang akan datan akan lebih jaya insya Allah []