Kopi dan Rokok serasa Suami Istri

oleh
Kopi dan Rokok Serasa Suami Istri
SantriNow xxx Kopi memang terasa nikmat bila disandingkan dengan rokok, begitu juga sebaliknya. Kedua pasangan ini serasa suami istri yang harmonis. Mereka berdua saling melengkapi. Artinya kalau hanya ngopi saja rokok tak ada, rasanya ada yang kurang. Ngerokok saja tanpa ada kopi rasanya sepat.

Maaf tulisan ini hanya argumen perokok.

Terlepas dari bahaya yang terkandung dalam rokok dan kopi, keduanya memang sudah memberikan warna tersendiri bagi penikmatnya. Keduanya bukan pasangan terlarang di dunia, apalagi di negeri ini. Mereka berdua telah lama kawin melalui KUA setempat. Maskawin atau maharnya adalah seperangkat bibit tembakau unggul, cangkul, lahan, air dan capil.
Kopi dan rokok bukan pembawa penyakit mematikan manakala dinikmati sewajarnya. Dan kata wajar di sini berlaku kepada apa pun bukan hanya kopi dan rokok semata. Ada cerita menarik soal kopi dan rokok.
Ada perokok ingin periksa kesehatan ke rumah sakit yang ada di sudut kota. Sesampai di rumah sakit dia masuk ke ruang tunggu, sambil duduk si perokok melihat ke sekeliling ruangan dan ternyata ada tulisan “area bebas asap rokok”. Pikirannya berkata “wah di sini dilarang merokok”. Dan tak lama kemudian si perokok dipanggil oleh dokter yang semulai dari tadi ia tunggu.
Dokter: Silahkan bapak masuk
Perokok: Ia dok, terimakasih
Terjadilah dialog dan pemeriksaan dokter terhadap si pasien.
Dokter: Pak tunggu sebentar ya, dokter mau ke belakang sebentar.
Perokok: Silahkan dok
Lima menit kemudian datanglah si dokter menumui pasiennya. Maaf pak agak lama kata dokter. Si perokok melihat ke wajah dokter dan tanpa sengaja bibir dokter ada bintik hitam kecil pas di sudut bibir bawahnya. Pikiran si perokok nyeletuk heran “bintik itu kok seperti serbuk kopi ya? Lo, kok dokter ini sedikit bau rokok? Wah jangan-jangan si dokter ini ngerokok?
Perokok: Dok, maaf sebelumnya, saya mau tanya
Dokter: Silahkan, mau tanya apa?
Perokok: Apakah Bapak ngerokok?
Dokter: Oh ia saya memang perokok.
Perokok: Loh, katanya rokok itu bahaya dok?
Dokter: Oh, katanya sih ia, tapi saya sampai sekarang sehat-sehat saja kok. Yang penting jaga kesehatan. Kalau sakit ya jangan ngerokok.
Perokok: O gitu ya dok. Lo kok di situ ada tulisan bebas asap rokok dok?
Dokter: Oh ia, di situ tidak boleh ngerokok, tapi kalau di ruangan sebelahnya tuh, itu sebaliknya.
Perokok dan Dokter: Ha ha ha ha
Akhirnya mereka berdua jadi teman dekat sampai sekarang gara-gara kopi dan rokok. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.