HTI Sedang Memanfaatkan Tarian Lumba-lumba yang Aduhai

oleh
HTI Sedang Memanfaatkan Tarian Lumba-lumba yang Aduhai

SantriNow xxx Setelah ormas HTI dibubarkan pemerintah tahun lalu, bukan berarti pengikut HTI lenyap dari muka bumi Nusantara. Mereka masih banyak berkeliaran di mana-mana termasuk di dunia maya. Hal ini terlihat dari beberapa postingan yang bernuansa SARA yang memang sengaja disebar para pengikutnya dan sudah menjadi cirikhasnya.

Sebenarnya HTI sudah kehilangan taring sejak awal dibubarkan. Dan mereka tentunya sadar dengan hal itu. Sehingga sekarang mereka mencari cara lain untuk mendapatkan dukungan dan simpatisan dari masyarakat.

Mereka tahu tentang kelemahan umat Islam terutama para Nahdliyyin (sebutan untuk pengikut NU) dimana kaum Nahdliyyin dikenal dengan orang yang tunduk kepada para Ulama-ulama yang ada di desa-desa maupun kota. Apalagi ulamanya suka ceramah lucu pasti mereka kepincut layaknya sinetron.

Sebab itulah mereka menggunakan segala cara untuk mendekati ulama-ulama desa dan kota di Indonesia. Mereka buat pancingan, mereka buat umpan. Mereka berusaha mencari sosok tokoh yang bisa menarik banyak orang. Maka muncullah tokoh penceramah kondang seperti Ust. Abdul Somad yang dalam waktu singkat video ceramahnya membanjiri media sosial seperti facebook dan youtube.

Mengapa UAS yang dijadikan alat? ya karena cara pandang politiknya hampir sama dengan mereka kaum HTI. Maklum UAS besar di Mesir dan Maroko sehingga rasa keindonesiaanya masih kurang dan pemahaman keislamannya masih berbau negeri orang.

Apakah UAS pengikut HTI? kalau melihat pernyataan klarifikasinya, beliau tidak termasuk golongan HTI, namun banyak pandangannya yang seolah-olah mendukung HTI. Silahkan baca tulisan ini dan dengarkan videonya: Benarkah Ceramah Ust Abdul Somad Menghina Nabi Muhammad?

HTI tahu bahwa di tubuh NU tidak semua anggotanya sependapat dengan cara kerja ketuanya yaitu KH. Said Aqil Siraj. Mereka sadar bahwa NU itu terbagi dalam dua istilah yaitu NU struktural dan NU kultural.

Catatan: “Tidak semua NU kultural itu sejalan dengan pandangan NU struktural. Karena itulah mereka memanfaatkan kelemahan ini sebagai alat masuk untuk menarik dukungan masyarakat awam yang ke NU-annya tergolong kultural. Dan UAS (Panggilan untuk Ustadz Abdul Somad) masuk golongan NU kultural ini tapi berpendidikan. Dimanfaatkanlah beliau sebagai tokoh yang diharapkan mampu menarik masyarakat secara pelan-pelan supaya mendukung misi HTI melalui ceramahnya yang lucu dan lugas dan terkadang kontroversial itu.

Apalagi ceramah UAS tempo hari sempat menyinggung Ulama yang ada di NU struktural dengan ungkapan “kalau mau ikut ulama NU ikutilah NU tiga ulama ini yaitu Ust. Luthfi Bashori, Idrus Ramli dan Buya Yahya”. Padahal ketiga orang itu sering menjelek-jelekkan ulama NU yang ada di struktural sampai-samapai ketiga orang ini digolongkan kepada NU Garis Lurus. Nah momen seperti ini bagi orang-orang HTI, seperti memancing ikan di dalam air yang keruh dan berhasil dapat ikan Lumba-lumba yang dikenal dengan tariannya yang aduhai, bahenol.

Mereka akan memanfaatkan atraksi ikan lumba-lumba sesuai selera. Ikan lumba-lumba yang sudah terlanjur terkenal mahal karena goyangannya, cocok untuk menarik massa baik yang ada di bawah komando NU maupun yang lain untuk simpatik kepada HTI. Dan ini momen emas bagi mereka untuk terus berkoar-koar. Sehingga muncul prediksi bahwa NU akan hancur tahun 2030.

Mereka asyik sekali memainkan berbagai problem yang menimpa lumba-lumba akibat atraksinya tidak diterima di suatu negari. Artinya semakin lumba-lumba berulah dan dapat masalah maka si HTI akan gunakan kesempatan itu untuk menjatuhkan pemerintah dan pendukungnya khususnya NU yang ada di struktural. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.