Adakah Hoax yang Mendidik? Ada!

oleh
Adakah Hoax yang Mendidik? Ada!

SantriNow [] Setelah kemarin Djoko Setiadi, Kepala BSSN dilantik Jokowi, eh langsung saja dia dibully karena sempat mengatakan bahwa kalau ada hoax yang mendidik ya silahkan saja, nggak apa-apa. Apa daya, maksud hati memeluk bukit, salah lidah eh dihajar kiri kanan. Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pun akhirnya meminta maaf. Tobat double digit.

Tapi, masak sih nggak ada hoax yang mendidik? Yang bener aja, kawan. Emang sih, kalau kritik yang mendidik itu banyak. Opini yang mendidik itu lebih banyak lagi. Di Santri.co ini opini yang disajikan rasanya mendidik semua ha ha ha. Hoax mendidik juga bisa jadi memang ada. Penasaran? Yuk kita berselancar.

Catatan sebelum menyelam: Santri.co ini adalah termasuk web anti hoax papan atas, bawah, tengah, terserah masuk kategori yang mana. Salah satu narasi besarnya adalah melawan hoax dan radikalisme keagamaan. Jadi, tulisan ini jangan sekali-kali dianggap sebagai tulisan yang mendukung hoax. Jangan. Kalau sampai Anda berprasangka seperti itu, saya sarankan untuk segera minum obat 3 kali sehari, pagi, siang, dan tengah malam selama satu tahun ke depan.

Kembali ke topik sajian. Menurut saya pribadi, ada saja hoax yang mendidik. Tergantung dari persepsi masing-masing orang. Tergantung dari sudut pandang mana kita memandang persoalan hoax itu.

Jenis-jenis hoax itu banyak macam ragamnya. Hoax yang telanjang bulat, setengah telanjang, dan yang amat sangat tersamar alias tertutup rapat, sehingga tipis banget perbedaannya atas fakta kebenaran. Hoax akibat sedikit pemelitiran fakta kebenaran dan data valid. Ini yang sering menjebak.

Lalu bicara soal keuntungan dan kerugian hoax. Apa ada hoax yang menguntungkan? Sama juga jawabannya. Tergantung persepsi masing-masing. Ada tulisan hoax yang pernah beredar kencang di WA tempo hari tentang banyak makan toge dan banyak minum air putih dapat meningkatkan vitalitas kelaki-lakian pria. Ini sempat membuat beberapa kawan saya jadi rajin makan toge dan minum air putih.

Biasanya sehari hanya dua gelas, eh setelah membaca hoax itu dianya jadi rajin minum air putih bergelas-gelas dalam sehari. Apakah ini merugikan dia? Belum tentu. Malah dia jadi lebih sehat karena telah mengurangi kebiasaan meminum minuman bersoda, tergantikan dengan minum air putih banyak. Begitu juga dengan makan toge. Meskipun tidak sesuai harapan bahwa vitalitas kelaki-lakiannya akan meningkat alias kejantanannya bertambah-tambah hahaha, tetapi tetap saja kebiasaan itu berdampak positif bagi dirinya. Itu bicara soal untung rugi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.