Perdebatan Konyol ‘Selamat Natal’ Halal vs Haram

oleh
Perdebatan Konyol 'Selamat Natal' Halal vs Haram

SantriNow [] Ucapan ‘Selamat Natal’ oleh umat muslim untuk saudaranya yang kristen atau katolik sering menjadi perdebatan di antara para Ulama senior di bumi Indonesia ini. Menurut yang satu golongan boleh atau halal, menurut golongan yang lain hukumnya haram alias berdosa.

Ambil contoh, misal dalam satu keluarga ada di antara mereka yang beragama Kristen dan yang lain beragama Islam. Maka bila kemudian yang Muslim bilang ‘selamat natal ya Mas atau ya Mbak’ maka menurut sebagian Ulama ada yang memperbolehkan juga ada yang mengharamkan. Dan kedua pendapat yang seakan saling bertolak belakang ini menurut hemat penulis ya sama-sama benar.

Mengapa penulis bilang sama-sama benar, ya karena yang berfatwa adalah sama-sama Ulama Shalih. Mereka bukan orang sembarangan, mereka adalah pewaris para Nabi. Jadi pendapat mereka ya sama-sama akurat. Maka kita sebagai santri tidak usah repot ngambil sikap jika dihadapkan dengan perbedaan tersebut.

Sebaiknya lihat kondisi sekitar saja, kalau saja keluarga kita ada yang non Muslim dan kita sebagai saudara jelas tidak nyaman kalau tidak mengucapkan selamat natal ya sebaiknya ucapkan saja selamat natal. Yang terpenting dalam niat kita hanya sebatas menghormati mereka karena keluarga, atau kita berniat selamat hari lahirnya Nabi Isa as juga tidak masalah.

Bicara perbedaan pendapat antar Ulama di Indonesia mulai sejak lama sampai sekarang ya memang selalu ada, jadi jangan ambil pusing.

Kalau kita tidak punya teman non Muslim ya gak usah bilang juga tidak masalah. Mau mengucapkan pada siapa wong tidak punya teman Kristen. Kalau update status di media sosial seperti facebook, twitter dan sebagainya dalam rangka ingin mengembirakan para pembaca yang non Muslim juga tidak masalah. Tapi hati-hati, kalau status kita hanya bikin ribut ya mending tidak usah. Karena kan ada orang update status hanya karena supaya kelihatan keren dan sok-sok-an.

Yang terpenting dari kita sebagai santri, mari saling menjaga kerukunan baik antar umat Muslim maupun non Muslim. Konyol juga bila setiap menjelang perayaan Natal media sosial rame persoalan halal atau haram, boleh atau tidak mengucapkan selamat Natal.

Juga tak kalah penting, jangan saling menjelek-jelekkan hanya karena perbedaan pendapat. Pengikut juga jangan konyol. Ada yang malah caci maki, menghujat, mengkafirkan, nah ini yang jelas tidak boleh. Jangan melewati batas lah, boleh beda pendapat asal kerukunan tetap dijaga.

Konyol rasanya bila persoalan seperti itu malah bikin ribut dan tidak kondusif keadaan serta mengganggu kenyamanan mereka yang lagi merayakan Natal. Apalagi sampai menimbulkan perpecahan antar sesama umat Muslim. []