Santriwati Fasih Baca Kitab Kuning, Mengapa Tidak

oleh -
Santriwati Fasih Baca Kitab Kuning, Mengapa Tidak
Gambar: Ilustrais

SantriNow – Menjadi santri di era milenial seperti sekarang ini sudah merupakan keharusan. Karena jika tidak, mereka akan menjadi budak dari hawa nafsu mereka sendiri yang sulit untuk dikendalikan. Kalau misalkan hanya mengandalkan ilmu agama yang diberikan di sekolah formal belumlah cukup. Karena di sekolah formal untuk pelajaran agama sangatlah singkat dan terbatas.

Sebagai santri terutama santri salaf (santri salaf adalah sebuah istilah untuk pelajar yang nyantri di Pesantren yang tetap menjadikan kitab klasik sebagai pendidikan pokok) sudah seharusnya bisa membaca kitab khususnya kitab gundul (kuning). Dan ini tanpa terkecuali baik santriwan maupun santriwati.

Namun sayangnya tidak semua Pesantren salaf menuntut santriwati bisa baca kitab kuning, karena berbagai alasan. Bagi sebagian Pesantren menganggap santriwati itu lebih cepat masa hidmatnya di Pesantren dari pada putra. Juga santriwati secara status lebih cepat berkeluarga dari pada santri putra. Dan juga dianggap kitab kuning bukanlah kebutuhan pokok yang wajib dipelajari. Sebab itulah beberapa Pondok Pesantren tidak mewajibkan atau lebih tepatnya tidak menuntut santriwati bisa baca kitab kuning.

Ada memang sebagian Pondok Pesantren salaf yang menuntut santriwatinya bisa baca kitab kuning. Dan terbukti dari beberapa Pondok Pesantren yang mewajibkan santriwatinya mampu baca kitab kuning berhasil dan bisa mewarnai beberapa lomba baca kitab kuning di berbagai jenjang di tanah air.

Baca juga: Santri Ikut Lomba Baca Kitab Fathul Qorib, yang Dipelajari Taqrib

Artinya jangan disangka semua santriwati tidak bisa baca kitab kuning, ada juga dari mereka yang cakap baca kitab kuning bahkan melebihi santriwan. Lihat saja dalam ajang lomba baca kitab kuning tingkat Kabupaten maupun tingkat Propinsi bahkan tingkat Nasional. Dari peserta banyak juga dari kalangan santriwati. Itu sebagai bukti bahwa santriwati sebenarnya juga cakap dalam membaca kitab kuning.

Sebagaimana juga menyebar informasi dari berbagai media tentang kecakapan santriwati dalam membaca kitab kuning. Salah satunya adalah video berikut ini.

Vidoe tersebut sudah ditonton oleh sekitar 33.647x. Ternyata santriwati yang berparas cantik ini luarbiasa baca kitab kuningnya. Tidak hanya pintar baca saja melainkan juga mampu menjelaskan dengan gamblang dan benar. Maka dengan begitu kemampuan santriwati dalam membaca kitab kuning sudah tidak bisa diragukan lagi.

Seandainya antara santriwan dan santriwati diberi kesempatan yang sama dalam belajar serta mendalami kitab karangan ulama klasik itu juga akan memiliki kemampuan yang tidak jauh beda. Maka dari itu sudah sebaiknya para santriwati tidak hanya dituntut untuk hafalan semata melainkan juga kemampuan membaca kitab kuning lengkap dengan pemahaman.

Sebagaimana dalam video tersebut seorang santriwati dengan paras cantik membaca kitab kuning di depan banyak orang tentu punya nilai lebih dari pada santriwati yang tidak punya kemampuan seperti itu. Sehingga perlu latihan secara rutin dan mengikuti proses tahapan demi tahapan supaya punya kemampuan dalam baca kitab kuning. Jadi sudah tidak ada alasan lagi santriwati tidak bisa baca kitab kuning untuk hari ini.

Apalagi sekarang sudah banyak metode baca kitab kuning yang cukup efektif dan memakan waktu singkat dibanding harus belajar dengan metode lama yang secara ukuran waktu memang butuh waktu lama. Sehingga ini menjadi kesempatan bagi para santriwati untuk tetap semangat dalam mempelajari kitab-kitab karangan para Ulama terdahulu yang sampai sekarang tetap dipertahankan.

Manfaat santriwati mampu baca kitab kuning

Manfaatnya jelas banyak, seperti dapat memahami banyak kitab dari berbagai sumber karangan para Ulama terdahulu. Dimana di dalamnya terdapat ilmu yang sangat luar biasa manfaatnya.

Baca juga: Rumus Membaca Kitab Kuning Termutakhir

Manfaat lain adalah santriwati dapat dengan mudah mencari referensi untuk dijadikan rujukan terutama mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kewanitaan.

Sehingga dengan seperti itu tidak melulu laki-laki yang harus ambil alih tentang masalah darah misalnya karena santriwati juga sudah punya kemampuan membaca kitab kuning. [ad]

No More Posts Available.

No more pages to load.