6 Santri yang Jadi Mentri di era Jokowi

oleh

SantriNow [] Santri telah banyak sumbangannya untuk bangsa dan negara Indonesia tercinta. Mulai sejak zaman President Sukarno hingga Presedent Jokowi hari ini. Sebagaimana tercatat dalam sejarah, bahwa berdirinya negeri Indonesia tercinta tidak lepas dari perjuangan santri melawan para penjajah selama satu abad lebih.

Setelah merdeka Santri pun ikut andil dalam merawat dan memajukan negeri Indonesia yang semata-mata demi amanat para pejuang pendahulunya.

Sebagaimana dalam kabinet Sukarno ada nama Wahid Hasyim sebagai Mentri Agama pertama, dan kemudian masih banyak mentri yang berlatar belakang santri pada pemerintahan setelah Sukarno.

Di era Jokowi para mentri yang berasal dari kalangan santri cukup banyak yaitu ada 6 orang. Siapa saja mereka? Silahkan baca terus tulisan ini.
1. Imam Nahrawi, sebagai Mentri Pemuda dan Olahraga (MENPORA). Cak Imam sapaan akrabnya dulu pernah mondok di Pesantren al Kholiliyah An Nuroniyah, Demangan Timur, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
H. Imam Nahrawi, S.Ag, lahir di Bangkalan, Jawa Timur, pada 8 Juli 1973 adalah seorang politisi kelahiran Madura asli. Ia yang sekarang menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga yang telah dilantik 27 Oktober 2014 silam, pada Kabinet Kerja Presiden Jokowi. Di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebelumnya menjabat Sekretaris Jenderal DPP Partai
2. Hanif Dakhiri sebagai Mentri Tenaga Kerja. Pria yang tampilannya nyentrik ini juga pernah mengenyam pendidikan di Pesantren, tepatnya di Pondok Pesantren al Muayyad Solo.
Muhammad Hanif Dhakiri, S.Ag., M.Si, lahir di Semarang, pada 6 Juni 1972; adalah Menteri Ketenagakerjaan di Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi-Yusuf Kalla periode 2014-2019. Ia juga anggota DPR RI pada periode 2009-2014 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Jawa Tengah khususnya wilayah Kabupaten Batang, Pekalongan, Kota Pekalongan dan Pemalang .
Muhammad Hanif Dhakiri merupakan politisi muda Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa yang sudah mengabdi untuk partai tersebut semenjak 1998.
3. Yudi Latif sebagai Kepala UKP-PIP. Beliau pernah nyantri di Pondok Pesantren Daruassalam Gontor. Pria kelahiran Sukabumi, Jawa Barat pada 26 Agustus 1964 dikenal dengan kecerdasannya, ulet dan pekerja keras. Dia adalah seorang aktivis ulung dan cendikiawan yang bergulum seputar keagamaan dan Pancasila.

Yudi Latief, Ph.D lahir di Sukabumi pada 26 Agustus 1964. Pemikirannya di bidang keagamaan dan Pancasila menyebar di banyak media, salah satunya berbentuk dalam sebuah buku “Negara Paripurna: Historitas, Rasionalitas, Aktualitas Pancasila” . Ia merupakan Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia (PSIK-Indonesia) serta Direktur Eksekutif dan menjadi dosen tamu aktif di sejumlah Pendidikan Tinggi.

4. Muhammad Nasir sebagai Menristekdikti. Beliau dilantik oleh President Jokowi sebagai mentri yang baru dibentuk, yaitu Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Baca juga: Jokowi Masuk Nominasi Santri Award pada Peringatan Hari Santri Nasional 2017
Dia sebelumnya merupakan seorang Rektor di Universitas Diponegoro, Semarang untuk masa jabatan 2014 – 2018. Dia pernah nyantri di dua pondok pesantren yaitu  Pesantren Mambaul Ilmi Asy-Syar’y, Rembang dan Pesantren al-Islam, Kediri.
5. Abdurrahman Mohammad Fachir sebagai Wakil Mentri Luarnegeri (Wamenlu). Dia adalah lulusan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur, juga Pesantren Wali Songo Ngabar.

Sesudah menempuh pendidikan di pesantren, Fachir meneruskan pendidikan perguruan tinggi diIAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (sekarang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

6. Lukman Hakim Saifuddinsebagai Menteri Agama. Dia menjabat sebagai Mentri Agama sudah mulai pemerintahan President Susilo Bambang Yodoyono menggantikan Surya Darma Ali yang sebelumnya.

Lukman Hakim adalah alumnus Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor.

Beliau adalah anak mantan Menteri Agama di era Bung Karno yaitu Saifuddin Zuhri dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Lukman juga berposisi sebagai Sekretaris Pengurus Harian Pusat DPP PPP periode tahun 2003-2007. [s]