Sejarah Kalender Hijriyah dalam Islam

oleh -

SantriNow xx Sahabat santri yang budiman, mari kita perbanyak syukur kepada Allah subhanahu wataala yang telah memanjangkan umur kita sampai di tahun baru hijriah ini. Sahabat mungkin sudah tahu kalau sekarang adalah tahun baru hijriyah 1439. Sebab itulah mari kita sejenak bermuhasabah tentang perbuatan kita di tahun kemarin yang tanpa terasa sudah terlewati. Mari kita perbaiki diri di awal tahun ini dengan niat ingin mencari ridha Allah swt. Sebagaimana pesan nabi innamal a’malu binniyaat (segala perbuatan tergantung niatnya). Karena hanya dengan itu hidup kita bisa berarti dan tidak sia-sia.

Santri di mana pun berada berkaitan dengan tahun baru kali ini, penulis ingin berbagi tentang sejarah awal mula pembentukan bulan hijriah detail dan singkat. Maaf penulis ini hanya mengutip dari beberapa website yang sudah banyak beredar di internet. Mari mulai saja biar gak nessu.

Sahabat santri, kalender hijriyah ada sejak khalifah Umar. Yan jadi acuan awal adalah hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah yang pertama kali. Kalender hijriyah merupakan tanggalan Islam yang tentu menjadi acuan dalam hukum Islam kelak. Semisal haji, puasa, perhitungan haul zakat, iddah talak dan yang lainnya. Dan yang dijadikan pegangan tanggal satu adalah rukyatul hilal (melihat bulan). Ini megacu kepada firman Allah swt yang terjemahan umumnya adalah

‘Orang-orang bertanya kepadamu tentang hilal. Wahai Muhammad katakanlah: ‘Hilal itu adalah tanda waktu untuk kepentingan manusia dan badi haji.’(QS. al-Baqarah: 189)

Sebelum tanggalan hijriyah terbentuk masyarakat menggunakan istilah tahun berdasarkan peristiwa penting, semisal istilah tahun gajah, yang mana istilah ini digunakan oleh masyarakat arab karena peristiwa penyerbuan ka’bah oleh raja habsyi dari messir dengan menggunakan pasukan gajah.  Makanya lahirnya Rasulullah yang bertepatan dengan kejaian ini dikenal dengan tahun gajah. Istilah lain adalah tahun fijar, karena saat itu terjadi perang fijar dll.

Model tanggalan semacam ini berlanjut sampai ke era Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam serta khalifah Abu Bakr Ash-Sidiq radhiyallahu’anhu, Pada saat kekhalifahan berganti Umar radiyallahun’anhu barulah dibuat tanggalan hijriyan. Maka dari era Umar lah tanggalan hijriyah bermula bagi umat muslim.

Latar belakang pembuatan tanggalan hijriyah
Dikisahkan bahwa Abu Musa al Asy’ari nulis surat balasan kepada Umar yang isinya begini “Surat-surat itu sudah sampai kepada kami dari Amirul Mu’minin, namun kami kebingungan cara menjalankannya. Kami membaca sebuah surat dengan tanggal Sya’ban, tapi kami tidak paham, ini untuk tahun yang lalu atau kah tahun ini.” (Syaikh Abdurrahman al Jabarti, 1825).

Atas kejadian itu, maka kemudian Umar mengumpulkan para shahabat dan para mentri-mentrinya. Ibnu Abbas menceritakan bahwa semenjak Nabi hijrah ke Madinah, tidak ada istilah tahun yang dipakai dalam penanggalan, begitu juga di era Abu Bakar menjadi khalifah,  bahkan sampai di tahun ke empat dari kepemimpinan Umar bin Khattab. Dalam pertemuan tersebut Umar berkata:

“Perbendaharaan negara semakin padat. Apa yang telah kita bagi serta sebarkan selama ini tidak memiliki tanggal yang jelas. Bagaimana cara mengatasi masalah ini?”

kemudian terjadilah diskusi di antara mereka, ada yang menguslkan, untuk menjadikan patokan awal tahun kita memakai kelahiran nabi, ada yang mengusulkan wafatnya nabi namun yang dipilih adalah hijrahnya nabi. Mengapa hijrah hijrah nabi yang menjadi acuan? Karena kata Umar

” Peristiwa Hijrah merupakan pemisah antara yang benar dengan yang batil. Jadikanlah peristiwa ini sebagai patokan tanggalan.”

Kata quran “Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. (QS. At-Taubah:108)

Sahabat Nabi memahami arti “sejak hari pertama” dalam ayat ini, adalah hari pertama hijrahnya Nabi. Karena itulah moment itu pantas dijadikan patokan awal tahun kalender hijriyah.
Penetapan bulan hijriyah

Namun seusai ditentukannya acuan awal tahun hijriyan kemudian para sahabat masih berdiskusi mengenai penentuan awal bulan kalender hijriyah. Dari mereka ada yang mengusulkan bulan Ramadhan. Sedangkan sahabat Umar bin Khatab serta Ustman bin Affan mengusulkan bulan Muharram.

 “Sebaiknya dimulai dari bulan Muharam. Karena di bulan itu orang-orang selesai ibadah haji.” Begitu kata Umar bin Khatab beralasan.

Dan para sahabat yang lain mengiayakannya. Dan alhamdulillah berkat perjuangan mereka umat muslim dunia mempunyai istilah tahun dan tanggalan sendiri.

Kesimpulannya:
1. Kalender Islam (hijriyah) merupakan hasil dari Ijma’ para sahabat. Dan ijma’ itu merupakan dasar pokok yang diakui dalam Islam.

2. Model tanggalan yang digunakan para sahabat merupakan bulan qomariyah.
3. Para sahabat menggunakan kalender hijriyah sebagai acuan tanggal dalam segala urusan kehidupan mereka.

Sehingga ini menjadi kekayaan keilmuan umat Islam terdahulu sampai dengan sekarang.
Sekian dulu tulisan yang bisa penulis sajikan, semoga manfaat dan akhirnya kami mengucapkan selamat tahun baru hijriyah yang ke 1439. Semoga kita semua menjadi insan yang husnul khatimah. Amin. Sumber tulisan adalah muslim.or.id dan al-habib.info. [as]

Silahkan komentari tulisan ini