Manakah yang Utama, Ikut Urunan Sapi atau Qurban Satu Kambing?

oleh -
SantriNow | Pendapat kelompok pertama
Hewan kurban yang paling utama adalah yang paling mahal dan lebih banyak dagingnya. Karenanya, menurut Jumhur ulama –Madhab Hanafiyah, Syafi’iyah, Hanabilah, dan pendapat yang dipilih Ibnu Hazm- , hewan kurban yang paling utama adalah unta, lalu sapi, baru kemudian kambing. Dari jenis kambing, domba lebih utama daripada kambing (jawa).
Dasar dari pendapat ini adalah sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang keutamaan datang lebih awal ke shalat Jum’at,
“Barangsiapa mandi di hari Jum’at seperti mandi janabah, kemudian datang di waktu yang pertama, ia seperti berkurban seekor unta. Barangsiapa yang datang di waktu yang kedua, maka ia seperti berkurban seekor sapi. Barangsiapa yang datang di waktu yang ketiga, ia seperti berkurban seekor domba kibas. Barangsiapa yang datang di waktu yang keempat, ia seperti berkurban seekor ayam. Dan barangsiapa yang datang di waktu yang kelima, maka ia seperti berkurban sebutir telur. Apabila imam telah keluar (dan memulai khutbah), malaikat hadir dan ikut mendengarkan dzikir (khutbah).” (HR. Muttafaq ‘alaih, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu)
Dalam hadits di atas disebutkan tingkatan keutamaan berkurban (mendekatkan diri) kepada Allah antara unta, sapi, dan kambing. Hal ini karena unta adalah yang paling mahal harganya dan paling banyak dagingnya, baru diikuti sapi, lalu kambing.
Alasan keutamaan hewan kurban terletak pada mahalnya telah dinashkan dalam hadits Abu Dzar Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,
“Lalu budak macam apa yang paling utama dimerdekakan? Beliau menjawab: yang paling tinggi harganya dan paling disenangi pemiliknya.” (Muttafaq Alaih, lafadh milik Al-Bukhari)
Dalam redaksi Muslim disebutkan yang paling banyak harganya (aktsaruha tsmaana) dan di riwayat Ahmad, yang paling mahal harganya (Aghlaha Tsamana).
Jika dibandingkan maka unta lebih mahal dan lebih banyak dagingnya daripada sapi. Sapi lebih mahal dan lebih banyak dagingnya daripada kambing atau domba.
Sedangkan yang sudah maklum di masyarakat kita, bahwa sapi lebih mahal harganya, lebih besar fisiknya, lebih banyak dagingnya, dan lebih disukai oleh kebanyakan orang dari pada kambing. Maka kurban dengan sapi itu lebih utama daripada kurban kambing atau domba.
Pendapat kelompok kedua
Sebagian ulama menjelaskan qurban satu kambing lebih baik dari pada ikut urunan sapi atau onta, karena tujuh kambing manfaatnya lebih banyak dari pada seekor sapi (lih. Shahih Fiqh Sunnah, 2/375, Fatwa Lajnah Daimah no. 1149 & Syarhul Mumthi’ 7/458). Disamping itu, terdapat alasan lain diantaranya:
  • Qurban yang sering dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utuh satu ekor, baik kambing, sapi, maupun onta, bukan 1/7 sapi atau 1/10 onta.
  • Kegiatan menyembelihnya lebih banyak. Lebih-lebih jika hadis yang menyebutkan keutamaan qurban di atas statusnya shahih. Hal ini juga sesuai dengan apa yang dinyatakan oleh penulis kitab Al Muhadzab Al Fairuz Abadzi As Syafi’i. (lih. Al Muhadzab 1/74)
  • Terdapat sebagian ulama yang melarang urunan dalam berqurban, diantaranya adalah Mufti Negri Saudi Syaikh Muhammad bin Ibrahim (lih. Fatwa Lajnah 11/453). Namun pelarangan ini didasari dengan qiyas (analogi) yang bertolak belakang dengan dalil sunnah, sehingga jelas salahnya. Dilansir dari muslim.or.id, Baca juga: Demit Hoax Itu Bernama Saracen, Pemilik 800 Ribu Akun SARA di Medsos
Kesimpulannya, siapa yang berkurban untuk dirinya dan anggota keluarganya maka yang paling utama adalah berkurban dengan satu ekor unta, baru dengan satu ekor sapi, kemudian kambing. Bukan ikut patungan unta atau sapi bertujuh. Jika demikian, maka berkurban dengan domba atau kambing itu lebih utama. Dilansir dari voa-islam.com, Jumat (25/8/17) [as]