Tarawih 10 Salam Berasa 4 Salam

oleh -
SantriNow | Salat Tarawih yang sedang beredar di masyarakat ada dua 
Pertama Shalat Tarawih 4 salam, ini ala Muhammadiyah. Mereka meyakini bahwa jumlah rakaat tarawih itu hanya 8 rakaat yakni 4 salam. 
Kedua Shalat Tarawih 10 salam, ini yang biasa dipakai orang NU atau kaum Nahdiyin. 
Persoalannya adalah setiap dari individu jamaah Tarawih inginnya shalat Tarawih dengan cepat dan tepat, walaupun tidak semua jamaah. Namun rata-rata begitu. Yang memilih dengan shalat Tarawih cepat ini, biasanya anak muda, yang kehidupannya serba instan.
Sebab kenyataan itu, banyak imam yang berlomba-lomba shalat Tarawih dengan cara cepat alias 10 menit selesai lengkap dengan witir dan doannya. Alasannya jelas, mereka tidak ingin jamaah tarawih kabur dari Masjid atau Mushalla hanya gara-gara imamnya ngimami lama. 
Masih ingat kasus di Jember yang sempat viral di medsos, dengan judul ‘shalat tarawih tercepat sepanjang masa’. Bayangkan, seperti apa shalat tarawihnya dengan jumlah 20 rakaat hanya ditempuh 5 menit. Mungkin pakai aji burung walet ya.
Maka ini yang saya maksud dengan shalat tarawih 10 salam berasa 4 salam. Bahkan bisa lebih cepat dari yang hanya 4 salam. Karena biasanya yang 4 salam itu bacaannya lebih pelan bahkan setiap malam ada ceramahnya.
Apakah ada resepnya shalat cepat dan tepat itu, yang biasa dipakai oleh imam Tarawih dengan gaya mobil Jezz. Tentu saja ada. Apakah dibenarkan, ya tentu saja, karena kalau tidak, mereka para imam cepat nanggung dosa tiap kali ngimami.
Caranya begini:
Setelah selesai takbiratul ikhram, mereka baca subhanallah walhamdulillah walailaha illallah huwallahu akbar,  ini sebagai ganti dari doa iftitah
Saat rukuk, mereka hanya baca satu kali bacaan subhana rabbiyal azimi wabihamdi  
Waktu bacaan iktidal, mereka membaca rabbana walakal hamdu
Sujud hanya dengan satu kali bacaan subhanarabbiyal a’la wabihamdi
Doa diantara dua sujud, mereka membaca rabbighfirli 3x
Saat tasyahhud akhir, mereka membaca doa tasyahhud itu hanya sampai lafaz allahumma shalli ala muhammad, kemudian salam.
Apakah itu kewarid (pernah dicontohkan atau diperlihatkan) oleh Nabi, jawabannya, ia. Penulis pernah baca buku shalat bahagia karya Prof. Ali Aziz, ada keterangannya di sana. Baca juga: Kiat Shalat Tarawih ala Pedagang Peracangan
Inilah cara cepat dan tepat untuk seorang imam dengan kapasitas makmum anak muda, karena tidak perlu kesusu dan berat menjalankankannya, sudah otomatis cepat karena bacaannya yang lebih ringkas dari biasanya. 
 
Tapi pesan penulis, shalat tarawih itu jangan kecepatan sebagaimana yang pernah dipraktekkan oleh imam di Jember yang sempat viral di medsos itu. Tapi juga jangan terlalu lambat.
Yang baik, ya yang sedang-sedang, lihat jamaahnya, sesuaikan dengan kondisi mereka. [as]