Buwas Geram Akibat Djarot Tak Tutup Diskotek Bernarkoba

oleh -

SantriNow | Pemerintah kota hanya memberikan peringatan kepada manajer Illigals klub malam setelah serangan terakhir 11 Mei. Bahkan, dalam serangan mereka adalah dua pengedar narkoba dan Nur Rohmadani Dony Irawan. Kedua tangan, BNN menemukan 1.000 tablet ekstasi, pil Lima bahagia 470, 372 bungkus 0,6 gram shabu, 139 bungkus 0,5 gram shabu, 16 sedotan Bong, Bong 2 dan 3 timbangan digital.

Badan Narkotika Nasional (BNN) kecewa dengan upaya penegakan pemerintah Jakarta tidak akan menutup klub malam Illigals, Jakarta Barat. Bahkan, saat penggerebekan ditemukan pengunjung positif yang menggunakan narkoba.

“Hasil operasi yang ada di Jakarta, terutama di klub malam di berbagai tempat semua obat pengujungnya positif, maka kita telah melakukan surat ke tempat pemerintah kota hiburan malam ditutup sesuai dengan perjanjian kemudian, “kata kepala BNN Komjen Budi Waseso,

Budi kekecewaan bukan tanpa alasan. Dalam pandangannya, pemerintah pemberantasan kota pelanggaran obat dari komitmen yang telah disepakati dengan BNN beberapa waktu.

“Jika tidak ditutup, pemerintah kota yang sama tidak terganggu, dan impunitas dari perdagangan narkoba di Jaya, saya berharap pemerintah kota tidak mentolerir ini,” katanya.

Tak pelak, Mantan Kabareskrim menuduh beberapa orang di pemerintah kota mengizinkan peredaran narkoba di ibukota. Dia juga mengancam.

Baca juga: BNN Menilai, Pemprov DKI Terlibat dalam Kasus Peredaran Narkoba

“Ya, jika pemerintahannya ingin bermain jadi ya pergi ke depan, bearti itukan menunjukkan keterlibatan pemerintah provinsi, hukum berarti (Provinsi) dukungan, kelalaian terjadi.”

Dalam hubungan ini, Bob meminta semua aparatur negara masalah narkoba yang serius saat ini, yang sudah mengkhawatirkan. “Semuanya tidak harus berbicara serius, jika tidak serius untuk mengatasi masalah ini Administratif dinyatakan mungkin dianggap kejahatan.”

Sementara itu, De (akting) Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat keberatan tidak dapat ditutup segera Illigals klub malam. Djarot BNN beralasan hanya sekali kehadiran obat di klub malam ditemukan.

Djarot mengatakan ia telah menyatakan perang terhadap narkoba. Oleh karena itu, itu menegaskan bahwa tetap off malam ditangkap pada lokasi atau penjualan barang haram.

“Obat mengatakan kepada saya bahwa pertemuan elemen tunggal akan ditutup dan Anda tidak harus menggunakan tempat untuk hiburan malam. Ini harus berubah,” kata Djarot.

Mantan Walikota Blitar klaim tidak bisa memenuhi permintaan Budi Waseso berharap Illigals ditutup klub malam. Karena dia telah menginstruksikan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk memaksakan teguran.

“Kami memiliki perang terhadap narkoba, aku di pejabat cinta parbud menegur paru-parunya. Tahu sama lain, segera ditutup dan tidak bisa lagi digunakan untuk hiburan malam. Itu yang menentukan kita,” katanya.

Djarot mengungkapkan, memerangi barang haram bertujuan untuk menyelamatkan generasi masa depan. Jadi ia memerintahkan stafnya untuk melakukan pengawasan dan pengendalian, terutama menjelang Ramadan.

Djarot menegaskan pemerintah kota telah setuju dengan Provinsi BNN dalam memerangi perdagangan narkoba di Jakarta. “Saya sudah mengatakan kepada Bapak Buwas dan BNN, jika Anda telah menemukan bahwa bahkan (obat) secara langsung memperingatkan mereka keras,” kata Djarot.

Djarot melanjutkan jika tempat yang sama bukan disebut perdagangan narkoba, maka tempat yang akan ditutup. Itu harus seperti yang dinyatakan dalam hukum.

“Bertemu lagi memimpin batas secara keseluruhan karena perdanya tersebut dan tidak boleh di mana ia digunakan untuk usaha yang sama,” kata Djarot. Dilansir dari merdeka.com, Senin (29/5) [as]