9 Persekutuan antara HTI dan ISIS

oleh
SantriNow | Gerakan HTI yang pada hari Senin tanggal (08/05) telah dinyatakan dibubarkan pemerintah, sudah benar. Karena gerakan itu memang benar-benar bertentangan dengan Pancasila dan pembukaan UUD 45.
Dan kalau kita amati gerakan HTI ini ada kemiripan atau persekutuan dengan gerakan teroris yang kita kenal dengan sebutan ISIS. Ini 9 kesamaan antara HTI dan ISIS:
1. Sama-sama ingin mendirikan negara Khilafah (ad-daulah Islamiyah)
Sebagaimana terlihat bahwa HTI dan ISIS ini sama-sama ingin mendirikan negara Khilafah, dimana dunia yang luas ini hanya ada satu pemimpin yaitu pemimpin yang ditunjuk oleh mereka.
2. Mengkafirkan Sistem Kepemimpinan Non Khilafah
Sebagaimana ungkapan Abu Bakar Baasyir salah satu pentolan jaringan teroris Indonesia dan para pengikutnya bahwa pemerintahan Indonesia ini yang menjalankan sistem kenegaraan Demokrasi yang sudah lama berjalan dianggap haram hukumnya sehingga wajib dimusnahkan. Dia sering mengecam bahwa uang yang diperoleh dari gaji dari semua kelembagaan negara hukumnya haram.
3. Ingin Mengkudeta Pemimpin yang Sah
Hizbut Tahrir telah melakukan kudeta di beberapa negara Islam, namun qadarullah bahwa Hizbut Tahrir belum pernah berhasil dalam gerakan kudeta mereka. “ Hizbut Tahrir telah melancarkan beberapa upaya pengambil alihan kekuasaan di banyak negeri-negeri arab, seperti Yordania pada tahun 1969, di Mesir tahun 1973, dan Iraq tahun 1972. Juga di Tunisia, Aljazair, dan Sudan.
4. Mengkafirkan Muslim yang tidak berbai’at pada mereka
Karena pemahaman mereka yang begitu artinya tidak setuju dengan adanya negara bangsa sehingga Muslim yang tidak berbai’at kepada mereka dicap kafir, dan wajib diperangi dan dibunuh. Memang ngeri pemahaman mereka itu. Mereka percaya pada hadist yang ternyata hadist itu paslu ” Yaitu bahwa diakhir zaman, dunia akan dipimpin oleh satu pemimpin yaitu imam mereka.
5. Tidak mengakui Negara Bangsa
Meraka tidak setuju dengan kepemimpinan atau kepemerintahan seperti yang dijalankan di Indonesia sekarang karena sistem Demokrasi bukan Khilafah. Artinya negara yang berhaluan sistem negara bangsa bagi mereka hukumnya haram. Artinya mereka ingin penduduk bumi ini jadi Muslim semua sehingga Khilafah bisa ditegakkan.
6. Penganut paham Tamanny
Mereka percaya bahwa model negara Khilafah bisa ditegakkan, makanya mereka sampai sekarang terus beraksi. Tamanny (hayalan tingkat tinggi) karena tidak mungkin sistem Khilafah itu bisa ditegakkan. Karena sayarat menegakkan negara Khilafah itu salah satunya harus ada utusan Allah yaitu Rasul. Sementara utusan Allah sudah tidak ada setelah Nabi Muhammad wafat.
7. Menyebarkan teror 
Karena target mereka adalah mendirikan negara Khilafah yang tidak mungkin terpenuhi maka dia terus berkoar-koar sana sini cari pendukung. Jika sepi pendukung atau pengikut maka mereka meneror, mengganggu baik secara fisik maupun psikis maupun melalui media.
8. Dilarang Semua negara Islam termasuk Turki
Hizbut Tahrir (HT) secara resmi dilarang di Turki, namun masih tetap beroperasi. Pada 2009 polisi di Turki menahan sekitar 200 orang karena diduga menjadi anggota Hizbut Tahrir (HT).
9. Tekstualisme
Jika dievaluasi secara menyeluruh, asal mula orang berpaham radikal bahkan sampai menjadi teroris adalah pemahaman secara tekstual. Kelompok tersebut tidak mau memakai cara ulama yang mengajarkan bahwa mempelajari agama itu bertahap dari dasar.
Makanya wajar jika mereka selalu bilang ‘mari kita kembali ke Quran dan Hidist’. Tapi maap, maksud mereka kembali kepada pemahaman Quran dan Hadist fersi mereka. [ad]