Mengapa Harus Janda Mas

oleh
SantriNow | Seketika itu Mas Sugeng jalan kaki menuju warteg Pok Nuri yang tak jauh dari kosnya. Pok, saya lapar, nasinya ada ? o.. kamu Mas, ada-ada, duduklah.
Mas katanya kamu sudah nikah, kok undangannya gak sampai ke sini?. Maaf Pok dadakan  acaranya, saya juga tidak nyangka. Lo..lo kok bisa Mas. Ia bisa la Pok, di dunia ini apa yang gak bisa. Pak Jokowi aja yang awalnya hanya tukang mebel kayu jadi Presiden ya biasa toh. Ia sih, sahut Mpok sambil melayani pembeli.
Sebenarnya gini Pok ceritanya; saya itu main-main ke rumah teman di Gang Muncongan itu, terus kok tahu-tahu ada cewek pakek krudung abang (merah) dan sontak saya penasaran. Maklum lah Pok anak muda. Saya tanya ke teman, tentang cewek misterius itu. Ternyata kata teman cewek itu anak Pak Samiran yang lama jadi TKW di Arab Saudi. Dan katanya lagi, dia tidak punya pendamping hidup heheh…
Ya itulah awal ceritanya. Kamu sudah tahu siapa dia sebenarnya Mas? ya ialah wong sudah jadi istri sah saya sekarang. Gak, soalnya saya dengar kabar dia itu dulu pernah nikah di Arab tapi tidak lama, bahkan katanya sampai punya anak satu tapi mati. Ia itu saya juga sudah paham. Kamu tidak nyesal. Ya gak lah Pok, wong Rasulullah juga kawin sama rondo kok. Ia tapi itu kan Rasulullah Mas. Lo kita sebagai umatnya apa salahnya ikut sunah Beliau.
Pokoknya ya Pok, kawin dengan janda itu enaknya berlipat-lipat. Nih sampeyan tak kasi bocoran, sini Pok,…. hehehehehe… Pok Nuri dan Mas Sugeng ketawa bersama. Mana nasinya Pok kok gak diambilkan. Oh..ia saya lupa Mas, ya begini nih kalau sudah kadung asik bercerita. Kamu sih bercerita sampek ngos-ngosan gitu. Ini nasinya, mau minum apa? Es teh aja Pok.. [as]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.