Cinta di Ujung Kemaluan

oleh

SantriNow | Setiap kali ku berbisik padamu, saat itu pula kelaminku menari. Mungkin sudah takdirnya kita bersama, sehingga kita tak tahu malu telanjang bersama. Padahal waktu itu ku tak sanggup melakukan ini, namun tidak untuk kali ini. Mungkin karena ikatan suci itu yang membuat kita berani telanjang bulat sama-sama.

Inilah bukti bahwa kita termasuk hewan juga. Hewan yang tak ada bedanya dengan mereka yang berkeliaran di hutan sana. Hanya saja kita kawin mereka tidak. Hanya saja kita berakal mereka tidak. Namun lebih dari itu kita sama-sama hewan. Kalau kamu mengandung, itu sama dengan mengandungnya mereka di hutan sana.

Bagaimana dengan kamu jika mengandung tanpa adanya perkawinan tanpa adanya akad nikah. Itu artinya kita sama persis, tidak ada bedanya dengan mereka sedikit pun, bahkan lebih hina dari mereka. Mereka yang bebas mengandung tanpa nikah karena memang takdir mereka tidak punya akal sehat dari Tuhannya.

Naumun kita tidak boleh begituan. Karena kita diberi akal dan keimanan.

Cinta di antara kita jangan sampai membuat kita lebih hina dari binatang di hutan. Jadikan cinta kita sebagai cahaya yang mampu mengantarkan jiwa menuju Tuhan, yaitu dengan perkawinan. [as]
Baca Juga: Rokok Itu Tidak Usah Diharam-haramkan Le

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.