Kisahku dengan Domba – Domba Gembalaan

oleh -

SantriNow | Suatu hari, saya dipanggil Kiai ke dalemNya (rumahNya). Setelah saya menghadap, ternyata beliau memerintahkan saya untuk membantu teman santri yang bernama Abd. Shamad untuk ngembalakan domba setiap hari. Maka pada hari itu juga, saya bantu dia mengembalakan domba.

Hampir setiap pagi, kira-kira jam 07 WIB, saya dan sahabat seperjuangan itu pergi ke kebun atau kesawah untuk menggembalakan domba. Jumlah domba yang digembalakan itu tidak kurang dari 5 ekor sampai 10 ekor.

Ketika waktu sudah hampir zduhur, saya memberikan minum si domba yang sedang digembalakan di sawah itu, dan ketika sore hari, domba itu dibawa pulang dimasukkan ke kandangnya. Juga 3 hari sekali atau paling lama seminggu sekali, domba itu dimandikan. Kebetulan kandangnya dekat dengan sungai.

Susah Senangnya Mengembala Domba 

Ternyata ngembala domba itu susah-susah gampang, mirip dengan kehidupan remaja yang sedang mencari sandaran hatinya.

Terkadang domba itu ketika ditarik talinya supaya berjalan mengikuti saya untuk digembalakan malah tidak mau berjalan, tapi ketika ditempati di belakangnya juga tidak mau berjalan, bahkan didorong pun tidak mau berjalan. Maka dari itu saya mencari cara bagaimana agar domba itu mau nurut.

Tapi kadang mengembala domba itu juga menyenangkan. Yaitu ketika saya melihat domba beranak, atau domba itu bulunya halus dan gemuk. Maka pada saat itu saya merasakan kepuasan tersendiri.

Mengapa Para Nabi Mengembala Kambing Sewaktu Kecil ? 

Rasulullah bersabdah, “semua nabi pernah menggembala ternak.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana dengan Anda ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Allah tidak mengutus seorang nabi melainkan dia itu pernah menggembala ternak. “Sahabat kemudian bertanya lagi, “Anda sendiri bagaimana Rasulullah?” beliau menjawab, “Aku dulu menggembala domba penduduk Makkah dengan upah beberapa qirath.

” Pekerjaan mengembala ternak merupakan pekerjaan yang memerlukan keahlian leadership dan manajemen yang baik. Para penggembala harus mampu mengarahkan ternaknya ke padang gembalaan yang subur dengan rumput menghijau.

Disamping itu, mereka juga harus dapat mengendalikan hewan ternaknya agar tidak tersesat. Mereka juga harus melindungi ternaknya dari gangguan dari hewan pemangsa dan para pencuri. Ini semua bentuk fungsi kepemimpinan dan manajemen.[]