Santri Jangan Terjebak Puisi Sukmawati Soekarnoputri

oleh -

Santri Jangan Terjebak Puisi Sukmawati SoekarnoputriSantriNow xxx Santri zaman now bukan tipe pelajar yang mudah marah. Santri zaman now bukan tipe pelajar yang mudah diadu domba. Santri zaman now juga jangan sampai terjebak dengan puisi Sukmawati Soekarnoputri.

Puisi yang dibacakan Sukmawati waktu itu, menurut sebagian umat muslim mengandung hinaan terhadap agama Islam. Santri harus cermat dan teliti tentang bait puisi itu dan tujuan yang sirat di balik makna puisi itu.

Namun sebelum membaca dan menelisik puisi putri Bung Karno itu, mari sejenak para santri rapatkan barisan dan saling berpegangan tangan. Kemudian, baca tulisan di bawah ini yaitu tentang biografi Sukmawati secara singkat menurut wikipedia Indonesia. Baca juga: Santri dan Kebengisan PKI di Masa Lalu

Nama Lengkap: Sukmawati Soekarnoputri
Agama: Islam
Tanggal Lahir: Jumat, 26 Oktober 1951
Ayah: Soekarno / Ibu: atmawati Soekarno
Catatan: Rahmawati menurut data di atas adalah beragama Islam.

{{{{Teks Puisi Rahmawati}}}}}}}}

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.

Banyak orang bilang puisi di atas menyinggung SARA walaupun ada pula yang bilang tidak. Santri juga boleh nanggapi atau nafsirkan dan kemudian membuat kesimpulan tentang isi puisi di atas. Namun santri jangan terprovokasi dengan wacana-wacana dangkal di luar sana yang kadang mengandung nuansa politik berat.

Santri sebagai generasi penerus bangsa yang menjunjung tinggi akhlak mulia dan keilmuan yang luhur alangkah sebaiknya bijak dalam menilai setiap persoalan atau polemik yang sedang hangat tak terkecuali puisi Sukmawati Soekarnoputri. Selamat berpusi [sN]